“Jangan sampai pembangunan ini bisa merugikan masyarakat,” tegasnya.
Untuk itu, Parosil telah meminta pihak pelaksana bersama balai terkait melakukan revisi desain pembuangan air agar keberadaan saluran tidak berdampak buruk terhadap rumah warga maupun lingkungan sekitar.
“Tadi sudah saya sampaikan dengan Mas Doni dan Mas Catur agar dilakukan perbaikan supaya tidak berdampak terhadap masyarakat,” jelasnya.
Parosil juga mengajak masyarakat ikut mengawasi jalannya pembangunan. Menurutnya, partisipasi warga diperlukan untuk memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga dan hasil pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
“Tolong ikut diawasi. Jangan sampai masyarakat justru menghambat, tapi pastikan pekerjaan ini benar-benar untuk masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Mukhlis Basri mengatakan, kunjungan reses Komisi V DPR RI merupakan bagian dari upaya memantau secara langsung pelaksanaan program mitra kerja Komisi V di Kabupaten Lampung Barat.
“Selain penataan Kotaku, ada juga bedah rumah, irigasi, jalan, dan sanitasi,” kata Mukhlis.
Ia juga meminta pihak pelaksana mempercepat pengerjaan proyek, mengingat intensitas hujan mulai meningkat. Percepatan pekerjaan dinilai penting untuk mengantisipasi kendala cuaca yang dapat memengaruhi proses pembangunan.
Meski demikian, Mukhlis mengingatkan agar percepatan pekerjaan tetap memperhatikan kualitas sehingga hasil pembangunan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.
“Musim hujan lebih tinggi intensitasnya. Maka kita minta kepada pelaksana untuk bekerja lebih cepat,” ujarnya. (*)