BANDAR LAMPUNG – Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi, mengajak generasi muda menjadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan literasi digital, serta mengambil peran nyata dalam pembangunan bangsa.
Menurut Agus, Sumpah Pemuda tidak sekadar menjadi peristiwa bersejarah yang diperingati setiap 28 Oktober.
Lebih dari itu, semangat yang diwariskan para pemuda pada 1928 harus terus diwujudkan melalui tindakan nyata di tengah perkembangan zaman.
“Sumpah Pemuda bukan sekadar mengenang sejarah perjuangan para pendahulu. Momentum ini harus menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa persatuan, semangat perjuangan, dan keberanian mengambil peran merupakan fondasi penting untuk membangun masa depan bangsa,” ujar Agus.
Ia menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini berbeda dengan kondisi pada masa perjuangan kemerdekaan.
Jika dahulu para pemuda menghadapi keterbatasan komunikasi dan tekanan penjajahan, kini mereka hidup di era digital dengan arus informasi yang bergerak sangat cepat.
Kemajuan teknologi membuka peluang besar bagi generasi muda untuk belajar, berinovasi, mengembangkan usaha, dan memperluas jaringan.
Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, perundungan siber, dan polarisasi sosial.
“Teknologi memberikan banyak peluang, tetapi juga menuntut tanggung jawab. Jangan sampai kemudahan mengakses informasi justru membuat kita mudah terprovokasi, menyebarkan kabar yang belum tentu benar, atau terjebak dalam perpecahan,” katanya.
Agus mengatakan, salah satu pesan utama Sumpah Pemuda yang tetap relevan hingga saat ini adalah pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Pada 1928, para pemuda dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa perbedaan suku, bahasa, dan daerah tidak menjadi penghalang untuk membangun cita-cita bersama sebagai bangsa Indonesia.
Semangat tersebut, menurutnya, perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika menggunakan media sosial.