Dengan demikian, total penindakan dan teguran selama periode pelaporan mencapai 2.209.
Jika dibandingkan dengan pelaksanaan operasi pada 2025, jumlah penindakan dan teguran secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 26,29 persen.
Penindakan tilang non-ETLE juga turun 97,25 persen, sedangkan penindakan melalui ETLE meningkat 34,62 persen.
Data tersebut menunjukkan adanya perubahan komposisi penindakan, dengan penggunaan tilang elektronik yang tercatat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski berbagai kegiatan edukasi dan pencegahan terus digencarkan, angka kecelakaan lalu lintas masih menjadi perhatian Polda Lampung.
Selama periode pelaporan hingga hari keempat Operasi Patuh Krakatau 2026, tercatat 14 kecelakaan yang tersebar di delapan wilayah hukum kepolisian.
Polresta Bandar Lampung mencatat kejadian terbanyak dengan lima kecelakaan. Disusul Polres Lampung Selatan dan Polres Lampung Tengah yang masing-masing mencatat dua kejadian.
Sementara itu, masing-masing satu kecelakaan terjadi di wilayah hukum Polres Metro, Lampung Utara, Lampung Timur, Way Kanan, dan Mesuji.
Akibat kecelakaan tersebut, satu orang meninggal dunia, sembilan orang mengalami luka berat, dan sepuluh orang mengalami luka ringan. Adapun kerugian material ditaksir mencapai Rp12.400.000.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari menegaskan, pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026 mengedepankan pendekatan edukatif, preventif, dan represif secara humanis serta profesional.
Ia mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan sebelum digunakan.
Pengguna jalan juga diminta mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain selama berkendara.