LAMPUNG UTARA – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lampung Utara membantah kabar yang menyebutkan pihak sekolah mengeluarkan dua siswanya terkait dugaan kasus kehamilan. Pihak sekolah menegaskan, hingga Senin (2/11/2026), keduanya masih berstatus sebagai siswa terdaftar di madrasah tersebut.
Humas MAN 1 Lampung Utara, Doni, mengatakan tidak pernah ada keputusan resmi dari pihak sekolah untuk mengeluarkan kedua siswa tersebut. Menurutnya, informasi yang beredar mengenai pemberhentian kedua siswa tersebut tidak benar.
"Sampai hari ini, keduanya masih berstatus siswa terdaftar di MAN 1 Lampung Utara dan tidak sama sekali pihak MAN mengeluarkan mereka," kata Doni saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (2/11/2026).
Sebelumnya, beredar informasi yang menyebutkan salah satu siswi kelas XIII MAN 1 Lampung Utara, mengaku dikeluarkan setelah pihak sekolah mengetahui dirinya diduga tengah hamil sekitar lima bulan.
Siswi tersebut juga menyebut bahwa salah seorang siswa, yang disebut sebagai pacarnya, turut dikeluarkan dari sekolah setelah persoalan tersebut diketahui pihak madrasah.
Menanggapi informasi itu, Doni didampingi Soleh selaku wali kelas sang siswi, membenarkan bahwa pihak sekolah sempat mengetahui persoalan tersebut dan menggelar mediasi dengan menghadirkan orang tua masing-masing siswa.
Doni menjelaskan, pihak sekolah awalnya mengetahui persoalan tersebut setelah melakukan pemeriksaan terhadap telepon genggam milik siswi tersebut. Dari pemeriksaan itu, pihak sekolah menemukan percakapan WhatsApp antara kedua siswa yang kemudian menjadi dasar untuk memanggil orang tua mereka.
"Setelah diketahui siswi tersebut hamil 5 bulan, kita sempat panggil dan mengadakan mediasi terhadap masing-masing kedua orang tua siswa," jelasnya.
Meski demikian, Doni kembali menegaskan bahwa proses mediasi tersebut tidak disertai keputusan mengeluarkan kedua siswa dari sekolah.
Menurutnya, kemungkinan kedua siswa merasa malu setelah persoalan tersebut diketahui sehingga tidak lagi mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.
"Informasi tentang kedua siswa dikeluarkan, secara tegas itu tidak benar. Akan tetapi, mungkin mereka malu sehingga mereka tidak masuk sekolah, apalagi antara kedua siswa tersebut merupakan kelas XIII yang sebentar lagi mengikuti ujian nasional (UN)," ungkap Doni.
Pihak MAN 1 Lampung Utara berencana kembali memanggil orang tua kedua siswa untuk membahas persoalan tersebut sekaligus mencari penyelesaian agar status pendidikan keduanya tetap mendapatkan kejelasan.