Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mengeksplorasi potensi kombinasi kedua komponen sebagai pendekatan inovatif dalam penelitian pengobatan kanker.
Riset ini masih berada dalam ranah pengembangan penelitian dan eksplorasi kandidat terapi, sehingga memerlukan kajian serta pengujian ilmiah lebih lanjut untuk mengetahui potensi dan keamanannya.
Kontribusi Dwi dalam penelitian bahan alam juga terlihat melalui keterlibatannya membimbing dan mengembangkan penelitian mahasiswa.
Salah satu hasilnya ditunjukkan melalui penelitian mengenai aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun Eucalyptus pellita terhadap bakteri Acinetobacter baumannii.
Penelitian tersebut dipresentasikan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati, Karenina Mutiara Antoni, dalam kompetisi poster ilmiah NATPRO10.
Hasilnya, Karenina berhasil meraih Juara II dalam kompetisi tersebut.
Capaian ini menjadi gambaran kontribusi pembimbingan akademik dan kolaborasi dosen-mahasiswa dalam menghasilkan penelitian yang mampu dipresentasikan serta bersaing di forum ilmiah internasional.
Selain menjadi prestasi bagi mahasiswa, penghargaan tersebut juga memperlihatkan keterlibatan Universitas Malahayati dalam mendorong pengembangan budaya penelitian di lingkungan perguruan tinggi.
Keikutsertaan Dwi Marlina Syukri sebagai pembicara internasional NATPRO10 sekaligus kepercayaan sebagai Director ASNP Chapter Indonesia menjadi pencapaian yang membawa nama Fakultas Kedokteran dan Universitas Malahayati ke tingkat global.
Rekam jejak publikasi internasional, kolaborasi penelitian dengan akademisi dari India dan Thailand, serta pengembangan riset bersama profesor dari Australia menunjukkan keterlibatannya dalam memperluas jejaring penelitian lintas negara.
Kontribusi tersebut tidak hanya mencakup publikasi ilmiah, tetapi juga pengembangan inovasi berbasis bahan alam dan nanoteknologi.