Tak hanya fokus pada kalung Sandra Dewi, Jejouw juga mengaku tertarik dengan cara pihak Kejaksaan Agung mengelola proses lelang aset sitaan.
Salah satu hal yang mencuri perhatiannya adalah strategi penjualan dengan sistem bundling. Dalam sistem tersebut, beberapa barang digabung menjadi satu paket lelang.
Misalnya, tas mewah bernilai tinggi dipadukan dengan barang lain yang dinilai kurang diminati pasar. Menurut Jejouw, strategi tersebut cukup cerdas karena membuat seluruh barang memiliki peluang lebih besar untuk terjual.
Ia bahkan mengaku kagum dengan cara penyelenggara mengatur proses pelelangan aset sitaan tersebut.
Selain itu, Jejouw juga memuji kondisi aset sitaan yang dinilainya masih sangat terawat. Sebagai pecinta otomotif, ia memperhatikan detail kondisi kendaraan mewah yang dipamerkan dan menilai proses perawatannya berjalan baik.
Menurutnya, perawatan aset sitaan sangat penting karena barang tersebut nantinya akan dijual kembali kepada masyarakat. Jika kondisi barang rusak atau terbengkalai, nilai ekonominya bisa menurun dan berpotensi merugikan negara.
Fenomena lelang barang sitaan negara memang selalu menarik perhatian publik. Selain karena nilai barang yang fantastis, masyarakat juga penasaran dengan cerita di balik barang-barang mewah tersebut.
Apalagi, sejumlah aset yang dilelang sebelumnya identik dengan kehidupan glamor figur publik dan pengusaha terkenal. Hal itulah yang membuat BPA Fair 2026 dipadati pengunjung dari berbagai kalangan.
Sebagian masyarakat datang hanya untuk melihat langsung barang-barang viral tersebut. Namun, ada juga yang serius mencari peluang mengikuti proses lelang demi mendapatkan aset bernilai tinggi dengan harga yang dianggap lebih murah dibanding harga pasar.
Kehadiran Jejouw di tengah acara pun semakin membuat suasana ramai. Banyak pengunjung mengabadikan momen saat influencer tersebut berkeliling area pameran sambil melontarkan komentar spontan.
Sementara itu, nama Sandra Dewi kembali menjadi perbincangan karena sejumlah barang pribadinya masuk dalam daftar aset sitaan yang dilelang negara.
Di media sosial, potongan video komentar Jejouw soal “barang panas jadi dingin” terus beredar luas dan menuai beragam reaksi. Banyak netizen menilai gaya bicara Jejouw yang ceplas-ceplos justru membuat suasana lelang terasa lebih santai dan menghibur.