Enam paket makanan anak
Tiga paket perlengkapan anak (kids ware)
Satu paket sandang anak
Satu paket sandang bayi
"Bantuan tersebut juga sekaligus diperuntukkan bagi korban pascabencana serupa yang berada di Pekon Kota Batu, Kecamatan Ngaras," jelas Herdy.
Ia menuturkan, bantuan tersebut merupakan bentuk penanganan awal pascabencana guna memastikan kebutuhan pokok korban tetap terpenuhi sembari menunggu tahapan pemulihan berikutnya. Selain menyalurkan bantuan, Tim Jitupasna juga melakukan pendataan dan kajian kerusakan sebagai dasar penyusunan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Kami bersama Tim Jitupasna terus melakukan pendataan terhadap kondisi korban dan kerusakan yang terjadi. Hasil kajian ini nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.
Herdy juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang dapat dipicu oleh penggunaan lilin, kompor, maupun instalasi listrik rumah tangga yang tidak aman.
“Kami mengajak masyarakat untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan di lingkungan rumah masing-masing. Pastikan sumber api maupun instalasi listrik dalam kondisi aman sehingga risiko terjadinya kebakaran dapat diminimalkan,” pungkasnya.
Diketahui, kebakaran yang menimpa rumah milik Sahrul, yang akrab disapa Omen, di Pekon Way Jambu menyebabkan kerugian material cukup besar. Berdasarkan hasil pendataan sementara petugas, nilai kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp400 juta.
Selain menghanguskan bangunan rumah, kobaran api juga memusnahkan sejumlah aset usaha milik korban, antara lain satu unit mobil pikap, tiga unit pom mini, dua unit sepeda motor, satu unit mesin steam, satu unit mesin oven, serta sekitar 50 tabung gas yang berada di lokasi usaha.
Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pesisir Barat, Cahyadi, SIP., menjelaskan bahwa tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, sebagian besar aset yang berada di lokasi tidak dapat diselamatkan karena api sudah membesar saat petugas tiba.