Harga Emas Global Tertekan, Investor Tunggu Arah Kebijakan The Fed

Dari sisi teknikal, emas juga menghadapi tantangan besar. Harga telah menembus rata-rata pergerakan 200 hari untuk pertama kalinya dalam dua setengah tahun terakhir.
Arif Setiawan - Sabtu, 13 Jun 2026 - 14:40 WIB
Pergerakan harga emas global berada di bawah tekanan akibat penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi, sementara permintaan fisik di Asia mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Pergerakan harga emas global berada di bawah tekanan akibat penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi, sementara permintaan fisik di Asia mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. - Poto ilustrasi

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

Di tengah tekanan pasar global, permintaan fisik emas di Asia mulai menunjukkan perbaikan. Di India, koreksi harga berhasil menarik kembali minat masyarakat untuk membeli perhiasan.

Harga emas domestik di negara tersebut turun ke level terendah sejak awal April, yakni sekitar 146.444 rupee per 10 gram. Penurunan sekitar 1,5 persen sepanjang pekan mendorong konsumen kembali melakukan pembelian setelah sebelumnya menunda transaksi akibat harga yang terlalu tinggi.

Meningkatnya permintaan juga terlihat dari penyempitan diskon harga menjadi sekitar USD35 per ounce dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai USD87 per ounce. Kondisi tersebut menunjukkan minat pasar mulai pulih meski pelaku usaha masih bersikap hati-hati.

Di China, aktivitas pasar emas juga mulai stabil. Premi emas fisik turun menjadi sekitar USD1 hingga USD5 per ounce dari sebelumnya USD7 hingga USD10 per ounce. Meski demikian, pelaku pasar masih memandang level USD4.000 per ounce sebagai batas psikologis penting yang berpotensi memicu gelombang pembelian baru.

Advertisements

Sentimen positif lainnya datang dari People's Bank of China yang kembali menambah cadangan emas untuk bulan ke-19 secara berturut-turut. Langkah ini menunjukkan bahwa bank sentral China masih menjadikan emas sebagai aset strategis di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Sementara itu, pasar regional lainnya bergerak relatif stabil. Di Hong Kong, emas diperdagangkan dari posisi setara hingga premi USD1,90 per ounce. Di Singapura, harga berada pada kisaran diskon USD0,50 hingga premi USD2 per ounce. Adapun di Jepang, emas masih diperdagangkan dengan diskon tipis sekitar USD0,50 per ounce.

Pasar emas global saat ini berada pada fase yang menentukan. Dalam jangka pendek, tekanan dari suku bunga tinggi dan penguatan dolar AS masih menjadi hambatan utama bagi kenaikan harga.

Di sisi lain, pulihnya permintaan fisik di Asia serta berlanjutnya akumulasi cadangan emas oleh bank sentral berpotensi menjadi fondasi baru bagi penguatan harga ketika tekanan moneter mulai mereda.

Advertisements

Untuk saat ini, investor memilih menunggu arah kebijakan Federal Reserve. Jika bank sentral Amerika Serikat memberikan sinyal yang lebih lunak, harga emas berpeluang kembali menguat. Sebaliknya, apabila suku bunga tinggi dipertahankan lebih lama, perjalanan emas menuju level psikologis USD4.000 per ounce diperkirakan masih akan berlanjut.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements