Selain itu, pengguna yang lebih mahir dapat memanfaatkan tool debloater untuk menonaktifkan fitur Windows yang jarang digunakan agar sistem lebih ringan.
3. Pindahkan Folder Penyimpanan ke Drive Lain
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pengguna adalah menyimpan seluruh data penting di Drive C yang juga digunakan sebagai lokasi sistem operasi.
Jika suatu saat Windows mengalami kerusakan atau perlu diinstal ulang, data yang tersimpan di Drive C berisiko hilang.
Agar lebih aman:
- Buat folder baru di Drive D atau partisi lain.
- Buka File Explorer.
- Klik kanan folder seperti Documents, Downloads, Pictures, atau Desktop.
- Pilih Properties.
- Masuk ke tab Location.
- Klik Move dan arahkan ke lokasi baru.
Dengan cara ini, file pribadi akan tersimpan terpisah dari sistem operasi sehingga lebih aman saat terjadi masalah pada Windows.
Jangan lupa mengubah lokasi unduhan pada browser agar seluruh file baru langsung tersimpan di folder yang telah dipindahkan.
4. Nonaktifkan Aplikasi Startup yang Tidak Penting
Laptop yang terasa lambat saat pertama kali dinyalakan biasanya disebabkan terlalu banyak aplikasi yang berjalan otomatis saat startup.
Beberapa aplikasi yang sering aktif otomatis antara lain:
- Discord
- Steam
- Epic Games Launcher
- Spotify
- Adobe Updater
Untuk menonaktifkannya:
- Tekan Ctrl + Shift + Esc untuk membuka Task Manager.
- Pilih tab Startup Apps.
- Cari aplikasi yang tidak diperlukan saat booting.
- Klik kanan lalu pilih Disable.
Langkah sederhana ini dapat mempercepat waktu booting sekaligus mengurangi penggunaan RAM ketika laptop baru dinyalakan.
5. Hindari Software Bajakan dan Aplikasi Tidak Jelas
Performa laptop yang sudah dioptimalkan dapat kembali menurun jika pengguna sembarangan menginstal aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya.
Software bajakan maupun aplikasi gratis dari situs tidak resmi sering kali mengandung:
