Pasang Jaring di Laut Pasar Ulu, Nelayan 42 Tahun Tenggelam

Nelayan asal Pesisir Barat tenggelam saat memasang jaring ikan di perairan Pasar Ulu. Korban ditemukan meninggal dunia setelah dilakukan pencarian.
Yogi Astrayuda - Jumat, 14 Agt 2026 - 13:37 WIB
Jasad yang ditemukan di Pantai Pasar Ulu merupakan warga Way Krui.
Jasad yang ditemukan di Pantai Pasar Ulu merupakan warga Way Krui. - Foto dok. BPBD Pesbar

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

PESISIR BARAT – Warga Lingkungan Pasar Ulu, Kelurahan Pasarkota Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), digegerkan dengan peristiwa seorang nelayan yang hanyut dan tenggelam saat memasang jaring ikan di perairan laut setempat, Jumat (14/8/2026).

Korban diketahui bernama Hengki, sekitar 42 tahun, warga Pekon Penggawa V, Kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi ketika korban hendak memasang jaring ikan untuk kedua kalinya di pinggir laut kawasan Pasar Ulu.

Saat berada di perairan, korban diduga mengalami kram pada bagian tubuh sehingga kesulitan berenang. Kondisi tersebut membuat korban akhirnya tenggelam dan hanyut di perairan sekitar lokasi.

Advertisements

Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berupaya melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi oleh warga bersama anggota tim yang berada di lokasi.

Namun, saat berhasil dievakuasi, korban diketahui telah meninggal dunia.

Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD KH. Muhammad Thohir Krui untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kepala BPBD Kabupaten Pesisir Barat, Herdy Wilismar, S.H., sebelumnya membenarkan adanya penemuan korban laki-laki yang hanyut dan mengapung di perairan Pantai Pasar Ulu.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

Kejadian tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat yang beraktivitas di laut untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika memasang jaring, mencari ikan, maupun melakukan aktivitas lainnya di perairan.

Kondisi arus dan gelombang laut dapat berubah sewaktu-waktu. Faktor fisik seperti kelelahan maupun kram juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan saat berada di tengah perairan.

Masyarakat diharapkan tidak mengabaikan faktor keselamatan dan mempertimbangkan kondisi tubuh serta situasi perairan sebelum melakukan aktivitas di laut. (*)

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT RI 81 - 4 HUT RI 81 - 3 HUT RI 2 HUT RI 81

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements