Sumber internal juga mengungkapkan bahwa pihak hotel sempat bersikap tertutup dan mempersulit petugas Inafis saat hendak melakukan olah tempat kejadian perkara.
Akses ke lokasi kolam renang baru diberikan setelah keluarga korban melayangkan protes keras.
Permintaan rekaman CCTV pun disebut sempat terkendala dengan alasan perangkat tidak berfungsi.
Kondisi ini memunculkan dugaan adanya upaya menghambat pengungkapan fakta di lapangan.
Camat Telukbetung Utara, Zolahudin, turut menyampaikan kekecewaannya lantaran pihak kecamatan baru menerima informasi beberapa jam setelah kejadian berlangsung.
Ia menilai pelaporan cepat seharusnya menjadi prosedur standar dalam situasi darurat, khususnya yang melibatkan keselamatan jiwa.
Hingga kini, perwakilan manajemen Swiss-Belhotel Bandar Lampung belum memberikan penjelasan rinci terkait kronologi kejadian maupun bentuk tanggung jawab yang akan diambil atas insiden tersebut.