Keluhan senada disampaikan peserta lain, Dimas. Ia mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada panitia di lokasi, namun respons yang diterima tidak memberikan kejelasan.
“Panitia bilang tidak masalah karena nanti sistem akan membaca otomatis jawaban pertama yang dipilih,” kata Dimas.
Dimas berharap pihak penyelenggara maupun pemerintah segera memberikan penjelasan terbuka terkait dugaan gangguan sistem CAT tersebut.
Ia menilai kejelasan sangat penting, terutama bagi peserta yang telah mengikuti ujian sejak hari pertama.
“Harapan kami, pemerintah atau penyelenggara segera memberikan klasifikasi soal permasalahan itu, bahkan jika diperkenankan, para peserta yang telah lebih dulu mengikuti tes sejak tanggal 3 kemarin untuk diberikan kesempatan tes ulang dengan sistem yang sudah diperbaiki,” pungkasnya.
Usai pelaksanaan tes, peserta juga memantau hasil nilai yang ditayangkan secara langsung melalui kanal YouTube panitia.
Dari ratusan peserta pada sesi ketiga, disebut hanya kurang dari 10 orang yang mampu menembus ambang batas nilai 110.
Kondisi tersebut memicu tanda tanya besar di kalangan peserta terkait kualitas sistem CAT yang digunakan serta transparansi hasil seleksi.
Hingga berita ini diterbitkan, panitia maupun pihak penyelenggara belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan gangguan sistem tersebut.