Rujak Cingur, Kuliner Khas Jawa Timur dengan Cita Rasa Unik dan Legendaris

Rujak cingur tidak hanya terkenal karena rasa uniknya, tetapi juga menjadi simbol budaya kuliner khas Jawa Timur.
Linda Kurniati - Kamis, 07 Mei 2026 - 16:46 WIB
Rujak cingur khas Surabaya dikenal dengan perpaduan cingur sapi, sayuran, buah segar, dan bumbu petis yang gurih serta autentik.
Rujak cingur khas Surabaya dikenal dengan perpaduan cingur sapi, sayuran, buah segar, dan bumbu petis yang gurih serta autentik. - Ilustrasi Medialampung.co.id

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Proses Pembuatan Tradisional

Pembuatan rujak cingur memerlukan beberapa tahap agar menghasilkan rasa yang sempurna. Cingur sapi harus direbus cukup lama hingga empuk dan tidak berbau.

Setelah itu, seluruh bahan dipotong sesuai ukuran sajian. Bumbu rujak dibuat secara tradisional menggunakan cobek batu.

Bumbu tersebut terdiri dari petis udang, kacang goreng, gula merah, cabai, pisang kluthuk, dan sedikit asam jawa yang diulek hingga tercampur rata.

Setelah bumbu halus, semua bahan dicampurkan dan diaduk bersama agar rasa meresap sempurna.

Advertisements

Penggunaan cobek batu dipercaya mampu menghasilkan aroma dan cita rasa yang lebih nikmat dibandingkan menggunakan blender modern.

Jenis-Jenis Rujak Cingur

Seiring perkembangan zaman, rujak cingur memiliki beberapa variasi, di antaranya:

Rujak Cingur Matengan

Jenis ini menggunakan bahan matang seperti sayuran rebus, tahu, tempe, dan cingur tanpa tambahan buah segar.

Rujak Cingur Campur Buah

Varian ini memadukan sayuran dengan buah-buahan segar sehingga rasanya lebih segar dan sedikit manis.

Advertisements

Rujak Cingur Modern

Sejumlah restoran modern menghadirkan inovasi rujak cingur dengan tampilan lebih menarik dan tingkat kepedasan yang dapat disesuaikan.

Nilai Budaya dan Filosofi

Rujak cingur mencerminkan keberagaman budaya masyarakat Jawa Timur. Dalam satu hidangan terdapat perpaduan berbagai bahan berbeda yang menyatu menghasilkan cita rasa lezat.

Hal tersebut sering dimaknai sebagai simbol kebersamaan dan keberagaman dalam kehidupan masyarakat.

Selain itu, penggunaan petis sebagai bahan utama menunjukkan kekayaan hasil laut dan tradisi kuliner pesisir Jawa Timur yang sangat kuat.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements