Asroni Semprot Ketergantungan SILPA, Realisasi Program Pemkot Terancam Molor

Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Asroni meminta pemerintah mengevaluasi ketergantungan terhadap SILPA agar pelaksanaan program pembangunan tidak terus mengalami keterlambatan.
Krisna Jeri - Kamis, 30 Jul 2026 - 12:10 WIB
Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Asroni menyoroti tingginya ketergantungan pemerintah daerah terhadap SILPA dalam struktur pembiayaan APBD dan meminta evaluasi menyeluruh agar program pembangunan tidak terlambat.
Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Asroni menyoroti tingginya ketergantungan pemerintah daerah terhadap SILPA dalam struktur pembiayaan APBD dan meminta evaluasi menyeluruh agar program pembangunan tidak terlambat. - Krisna Jeri

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

Desti mengatakan pemerintah daerah menggunakan kombinasi beberapa instrumen pembiayaan agar kebutuhan pendanaan program pembangunan tetap dapat terpenuhi.

Meski demikian, penjelasan tersebut belum sepenuhnya menjawab kekhawatiran DPRD mengenai besarnya porsi SILPA dalam struktur pembiayaan daerah.

Asroni menegaskan pemerintah daerah perlu menyusun strategi pembiayaan yang lebih seimbang sehingga pelaksanaan program pembangunan tidak mudah terganggu apabila salah satu sumber pembiayaan mengalami kendala.

Menurutnya, pembenahan harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari perencanaan APBD, penetapan sumber pembiayaan, hingga pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Advertisements

Ia mengingatkan bahwa keterlambatan program pembangunan bukan hanya berdampak pada rendahnya kinerja pemerintah daerah, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kualitas pelayanan publik yang diterima masyarakat.

Dengan sistem pembiayaan yang lebih terukur dan berkelanjutan, DPRD berharap pelaksanaan program pemerintah dapat berjalan lebih efektif, tepat waktu, dan mampu memenuhi target pembangunan yang telah ditetapkan.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements