BANDAR LAMPUNG – Seorang pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung berinisial EF menyerahkan diri kepada kepolisian setelah sempat menghilang. Saat ini, EF menjalani pemeriksaan terkait dugaan kasus aborsi yang masih dalam penyelidikan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bandar Lampung, Zulfikli, mengatakan pihaknya belum mengambil langkah terhadap pegawai tersebut karena masih menunggu kepastian status hukum dari kepolisian.
"Setelah ada informasi resmi dari kepolisian, kami akan menggelar rapat bersama OPD tempat yang bersangkutan bekerja dan Inspektorat untuk menentukan tindak lanjut," katanya, Jumat 31 Juli 2026.
Sementara itu, Lurah Sukabumi, Rahardjo, mengaku baru mengetahui adanya kasus tersebut setelah memperoleh informasi dari pamong setempat. Ia menerima laporan mengenai dugaan penguburan janin di sekitar pemukiman warga yang diduga dilakukan oleh seorang pegawai Pemkot Bandar Lampung.
Ketua RT 02 Lingkungan I Kelurahan Sukabumi, Herwan, menjelaskan dirinya hanya diminta menjadi saksi saat polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti dari lokasi penggalian.
"Peran saya hanya sebagai saksi. Saya tidak mengetahui keseluruhan perkara karena semua penanganan dilakukan oleh penyidik," ujarnya.
Menurut Herwan, terduga pelaku dijemput polisi pada malam hari di depan rumahnya. Setelah itu, dirinya kembali diminta menyaksikan proses pengangkatan barang bukti dari lokasi.
"Saya hanya melihat satu bungkusan kain putih diangkat oleh petugas. Saya tidak mengetahui isi bungkusan tersebut karena tidak dibuka di lokasi," katanya.
Herwan menambahkan, polisi sebelumnya telah melakukan penggalian pertama dan menemukan kantong plastik yang berisi bercak darah, pakaian dalam, serta sejumlah barang lainnya.
Penyelidikan kemudian dikembangkan berdasarkan keterangan dari terduga pelaku. Polisi kembali melakukan penggalian kedua yang menghasilkan satu bungkusan kain putih yang digunakan sebagai barang bukti.
Hingga kini, kasus tersebut masih ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung. Polisi terus melakukan penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan forensik guna mengungkap fakta dalam perkara tersebut.