BANDAR LAMPUNG — Ratusan buruh harian dan karyawan PT Bumi Sentosa Abadi (BSA) di Lampung Tengah mendatangi Polda Lampung untuk menyampaikan aspirasi sekaligus meminta perlindungan dan kepastian hukum menyusul dugaan perusakan tempat tinggal yang mereka tempati.
Kedatangan para pekerja tersebut dipicu keresahan setelah terjadi aksi perusakan dan pembakaran sejumlah fasilitas PT BSA di Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah, pada Rabu 12 Agustus 2026.
Peristiwa itu sebelumnya juga mendapat pengamanan dari aparat gabungan untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan lanjutan.
Para buruh meminta Polda Lampung segera mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat sekaligus memastikan keselamatan pekerja dan keluarga yang tinggal di lingkungan perusahaan.
Salah satu narator aksi menyampaikan bahwa kedatangan mereka ke Polda Lampung bukan untuk memperkeruh situasi, melainkan meminta jaminan keamanan serta penanganan hukum yang adil atas peristiwa yang mereka alami.
“Kami datang ke Polda Lampung untuk meminta perlindungan dan kepastian hukum. Kami hanya ingin bisa bekerja dan tinggal bersama keluarga dengan aman. Kalau memang ada pelanggaran, kami berharap diproses sesuai hukum dan jangan sampai ada lagi aksi yang membuat kami merasa terancam," Jelasnya saat menyampaikan orasi di depan gedung Polda Lampung Pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Keresahan para pekerja semakin meningkat lantaran dalam aksi yang terjadi di kawasan PT BSA disebut terdapat massa yang membawa senjata tajam dan bambu runcing.
Kondisi tersebut membuat sebagian buruh mengaku khawatir untuk kembali menempati tempat tinggal maupun menjalankan aktivitas sehari-hari di lingkungan perusahaan.
Para pekerja meminta kepolisian memperkuat pengamanan guna mencegah kemungkinan terjadinya aksi susulan yang dapat memicu bentrokan maupun menimbulkan korban.
Diberitakan Sebelumnya, Sebuah insiden terjadi di PT BSA dimana massa memasuki kawasan perusahaan dan terdapat orang-orang yang membawa tongkat bambu serta senjata tajam.
Polisi kemudian melakukan pengamanan dan menyatakan situasi di lokasi berangsur kondusif.
Selain meminta perlindungan, para buruh juga mendesak aparat mengusut dugaan perusakan secara objektif berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan di lapangan.