Menurutnya, pertumbuhan ekonomi dan aktivitas usaha harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap aturan tata ruang serta penghormatan terhadap kepentingan masyarakat.
Selain fasilitas umum, Rama turut menyoroti persoalan berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) akibat pembangunan permukiman yang semakin masif.
Kawasan yang memiliki fungsi sebagai daerah resapan air, termasuk wilayah Kemiling, dinilai perlu mendapat perhatian lebih agar pembangunan tidak meningkatkan risiko persoalan lingkungan dan banjir.
DPRD Bandar Lampung, kata Rama, berkomitmen memperketat pengawasan terhadap keberadaan RTH sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku.
Untuk memenuhi kebutuhan RTH pada masa mendatang, DPRD bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) juga tengah mengkaji sejumlah titik yang berpotensi dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau baru.
“Untuk di 2027 RTH kita lagi membuat kajian kembali di setiap kecamatan. Nanti tim Bappeda sedang mengkaji titik-titik RTH baru ke depannya,” jelas Rama.
Persoalan drainase juga menjadi perhatian DPRD Bandar Lampung. Kondisi cuaca dan perubahan iklim dinilai menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem drainase sebelum memasuki periode dengan curah hujan tinggi.
Komisi III DPRD Bandar Lampung telah menyepakati bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Pemerintah Kota Bandar Lampung agar penanganan banjir menjadi salah satu fokus dalam penyusunan anggaran 2027.
Rama menilai pembangunan jalan tidak dapat dipisahkan dari sistem drainase. Keduanya harus dirancang secara terpadu agar pembangunan infrastruktur tidak justru memunculkan persoalan baru ketika hujan turun.
“Kami bersepakat dengan pemerintah kota fokus di anggaran 2027 untuk penanganan banjir. Maksudnya, kita membangun jalan beserta drainase karena itu satu kesatuan,” ujar Rama.
Menurutnya, pembenahan drainase secara menyeluruh diperlukan agar persoalan banjir tidak hanya ditangani secara parsial di titik-titik tertentu.
Rama menilai pembangunan ekonomi di Bandar Lampung harus tetap ditempatkan dalam kerangka peningkatan kualitas hidup masyarakat.