Karhutla Kembali Melanda Way Kambas, Api Diperkirakan Membakar 673,4 Hektare

Api masih berkobar di sejumlah titik TN Way Kambas. Sebanyak 29 personel gabungan dikerahkan menghadapi medan sulit dan angin kencang.
Krisna Jeri - Sabtu, 22 Agt 2026 - 15:42 WIB
Personel gabungan melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur. Api diperkirakan telah membakar sekitar 673,4 hektare kawasan.
Personel gabungan melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur. Api diperkirakan telah membakar sekitar 673,4 hektare kawasan. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG TIMUR — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Sabtu 22 Agustus 2026.

Hingga siang hari, api dilaporkan masih berkobar dan terus menjadi perhatian petugas gabungan di lapangan.

Kebakaran terjadi di kawasan Joaran Muklas dan Mbah Rabin, tepatnya di wilayah perbatasan Desa Braja Harjosari dan Braja Yekti.

Berdasarkan laporan awal di lapangan, api merembet dari lokasi Jati 3 Resort Kuala Penet menuju kawasan rawa Mbah Sapon.

Advertisements

Kondisi cuaca panas, vegetasi kering, serta hembusan angin kencang membuat api lebih mudah menjalar.

Sebaran semak dan ilalang di kawasan tersebut juga menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pengendalian kebakaran.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, personel gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus memantau perkembangan titik-titik api.

Namun, upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala karena lokasi kebakaran berada di medan yang sulit dijangkau kendaraan.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

“Personel masih berada di lokasi untuk melakukan pemadaman dan monitoring terhadap perkembangan api. Kondisi medan menjadi salah satu kendala karena titik api hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki,” kata Yuni, Sabtu 22 Agustus 2026.

Menurutnya, petugas harus berjalan kaki sekitar satu jam untuk mencapai sejumlah titik kebakaran.

Selain akses yang sulit, tidak tersedianya sumber air di sekitar lokasi turut menghambat proses pemadaman.

Untuk sementara, petugas mengandalkan peralatan manual guna menekan perluasan api.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT RI 81 - 4 HUT RI 81 - 3 HUT RI 2 HUT RI 81

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements