BAZNAS Lambar Perkuat Sinergi dengan Pemda untuk Tekan Angka Kemiskinan

Kolaborasi BAZNAS dan Pemkab Lampung Barat diperkuat untuk mengoptimalkan program pengentasan kemiskinan yang lebih tepat sasaran.
Lusiana Purba - Kamis, 11 Jun 2026 - 09:11 WIB
BAZNAS Lampung Barat bersama Pemda Melaksanakan Rapat Koordinasi Program PM Berkah
BAZNAS Lampung Barat bersama Pemda Melaksanakan Rapat Koordinasi Program PM Berkah - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG BARAT – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan melalui Program PM Berkah. Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di Liwa, Rabu (10/6/2026).

Rapat tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Lampung Barat Abdul Rosid bersama para komisioner BAZNAS. Dari unsur pemerintah daerah hadir Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Eric Enrico, Kepala Dinas Sosial Aliyurdin, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Priyo Utomo, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Bambang Hermanto, serta perwakilan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Ketua BAZNAS Lampung Barat Abdul Rosid menjelaskan, rapat koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Lampung Barat Nomor 225 Tahun 2026 tentang Program PM Berkah. Menurutnya, seluruh program yang dijalankan BAZNAS perlu terintegrasi dengan program pemerintah daerah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

"Program yang dijalankan BAZNAS harus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lambar sehingga pelaksanaannya semakin tepat sasaran," kata Abdul Rosid.

Advertisements

Dalam kesempatan itu, Plt Kepala Bappeda Lampung Barat Eric Enrico mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di daerah tersebut memang menunjukkan tren penurunan. Namun demikian, jumlah masyarakat yang masuk kategori rentan miskin masih cukup besar sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.

Menurut Eric, keterbatasan kapasitas fiskal daerah menjadi tantangan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BAZNAS, menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan program bantuan dan pemberdayaan masyarakat.

"Kita tidak mungkin bekerja sendiri. Ada keterbatasan fiskal yang harus dihadapi. Karena itu, dukungan dari berbagai lembaga, termasuk BAZNAS, menjadi sangat penting," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah memetakan wilayah berdasarkan karakteristik kemiskinan ke dalam tiga zona utama, yakni Zona Liwa, Zona Suoh, dan Zona Rigis. Pembagian tersebut dilakukan agar program intervensi yang dijalankan dapat lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Advertisements

Zona Liwa difokuskan pada upaya pengurangan beban pengeluaran masyarakat serta penguatan perlindungan sosial. Sementara itu, Zona Suoh diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar berbasis sektor pertanian. Adapun Zona Rigis lebih menitikberatkan pada peningkatan pendapatan masyarakat melalui pengembangan ekonomi lokal, hilirisasi kopi, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam forum tersebut, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) turut memberikan masukan kepada BAZNAS terkait penguatan program dan tata kelola kelembagaan. Perwakilan Diskominfo menekankan pentingnya pembentukan tim teknologi informasi guna mendukung digitalisasi layanan dan pengembangan sistem pelaporan yang lebih efektif.

Kepala BPBD Lampung Barat Padang Priyo Utomo menilai kontribusi BAZNAS selama ini cukup besar dalam membantu masyarakat. Namun, menurutnya, berbagai program yang telah dijalankan masih perlu dipublikasikan secara lebih luas agar masyarakat mengetahui peran nyata BAZNAS dalam mendukung pengentasan kemiskinan.

"Program-program yang sudah dilaksanakan perlu dipublikasikan secara lebih masif sehingga masyarakat mengetahui peran BAZNAS dalam mendukung pengentasan kemiskinan," kata Padang.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements