“Petugas menggunakan peralatan yang tersedia, seperti tangki semprot dan gepyok kayu. Upaya ini tetap dilakukan untuk mencegah api semakin meluas,” ujarnya.
Sebanyak 29 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran di kawasan Taman Nasional Way Kambas.
Personel tersebut terdiri dari 14 personel Polisi Kehutanan dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP), 10 personel Polsek Braja Selebah dan juga 5 personel TNI dari Koramil Way Jepara.
Tim gabungan terus melakukan pemadaman serta pengawasan terhadap pergerakan api, terutama di kawasan yang berpotensi mengalami perluasan akibat kondisi angin.
Kebakaran yang terjadi di kawasan SPTN Wilayah III Kuala Penet tersebut diperkirakan telah membakar area seluas 673,4 hektare.
Meski demikian, luas lahan yang terdampak masih bersifat perkiraan awal berdasarkan pemantauan petugas di lapangan.
Tim masih melakukan pemetaan untuk mengetahui cakupan kebakaran secara lebih akurat sekaligus memantau arah rambatan api.
“Angin kencang dan kondisi vegetasi kering menjadi tantangan dalam penanganan. Karena itu, petugas tidak hanya fokus memadamkan api, tetapi juga mengantisipasi agar rambatan api tidak semakin meluas,” kata Yuni.
Menurutnya, Polda Lampung bersama pihak terkait terus berkoordinasi dengan pengelola Taman Nasional Way Kambas dan unsur TNI untuk memperkuat penanganan karhutla.
Untuk meningkatkan efektivitas pemadaman, petugas juga menyiapkan alat komunikasi dan pompa air (Alkon) guna mendukung penanganan di titik-titik kebakaran.
“Untuk penanganan lebih lanjut, saat ini juga dipersiapkan Alkon agar proses pemadaman dapat dilakukan lebih efektif, terutama pada titik yang sulit dijangkau secara manual,” tutur Yuni.
Hingga Sabtu siang, api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Petugas gabungan masih bertahan di lokasi untuk melakukan pemadaman dan memantau titik-titik api yang berpotensi kembali membesar.