BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama DPRD Kota Bandar Lampung memperkuat sinergi dalam mengawal arah pembangunan dan kebijakan anggaran tahun 2026.
Sejumlah sektor strategis menjadi perhatian dalam penyusunan APBD, mulai dari pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bandar Lampung dengan agenda penyampaian Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026, sekaligus jawaban Wali Kota atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD, Senin 24 Agustus 20276.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyampaikan apresiasi atas berbagai saran, kritik, dan masukan yang disampaikan seluruh fraksi DPRD.
Menurut Eva, pandangan fraksi akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menyempurnakan arah kebijakan pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah.
"Berbagai pandangan fraksi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam menyempurnakan arah kebijakan pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah tahun anggaran 2026," ujar Eva.
Eva menegaskan Pemkot Bandar Lampung akan terus mengoptimalkan potensi daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Upaya tersebut dilakukan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi sumber pendapatan yang sah, termasuk meningkatkan kinerja pengelolaan pajak dan retribusi daerah.
Menurutnya, kebijakan anggaran harus diarahkan pada program yang memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
"Pemerintah Kota Bandar Lampung tetap berfokus pada sektor-sektor utama pembangunan, yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur serta penguatan ekonomi masyarakat," tegasnya.
Optimalisasi PAD juga dinilai penting untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah sehingga program pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Di sektor infrastruktur, Pemkot Bandar Lampung akan melanjutkan peningkatan dan pemeliharaan jalan lingkungan, drainase, fasilitas umum, serta sarana dan prasarana pelayanan masyarakat.