Sementara itu, Kapolsek Ngaras Iptu Doni Dermawan D., S.Psi., M.M., membenarkan adanya pantauan sebaran abu vulkanik di wilayah Pesisir Barat.
Berdasarkan pemantauan personel di lapangan, sebaran abu tersebut teramati mulai dari wilayah Kecamatan Bangkunat hingga Kecamatan Ngaras.
“Dari pantauan di lapangan, sebaran abu vulkanik terpantau di wilayah Kecamatan Bangkunat hingga Ngaras. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tetapi waspada. Bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, sebaiknya menggunakan masker dan mengurangi aktivitas apabila kondisi abu semakin terlihat,” katanya.
Kondisi tersebut juga dirasakan sejumlah warga yang tetap menjalankan aktivitas di luar ruangan. Salah seorang pedagang makanan keliling, Sugeng Pangestu, mengaku merasakan kondisi berbeda ketika melintas di sejumlah ruas jalan wilayah pesisir, salah satunya di Kecamatan Pesisir Tengah pada Sabtu siang.
Ia menyebutkan, matanya terasa lebih perih dibandingkan ketika beraktivitas di tengah kondisi berdebu seperti biasanya.
“Saya berjualan makanan keliling menggunakan sepeda motor. Memang di jalan mata terasa sangat perih, tidak seperti biasanya dan berbeda dengan debu biasa. Ini lebih terasa perih di sepanjang jalan,” pungkasnya. (*)