BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung membagikan sekitar 35.193 kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja rentan, Ketua RT, Ketua Lingkungan, dan anggota Linmas.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini kita membagikan sekitar 35.193 BPJS Ketenagakerjaan. Khusus tadi ada RT, lingkungan, Linmas, dan juga tenaga kerja rentan,” kata Eva.
Menurut Eva, cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Bandar Lampung saat ini telah mencapai sekitar 83 persen.
Pemkot Bandar Lampung juga akan melakukan pendataan terhadap organisasi wanita dan para kader di wilayah tersebut untuk memperluas cakupan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Organisasi wanita, seperti Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi), juga akan didata untuk selanjutnya diupayakan mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Eva juga memastikan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan akan diberikan kepada seluruh pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), baik yang berstatus paruh waktu maupun penuh waktu.
Sementara itu, Wakil Kepala Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Operasional Sumbagsel Adi Hendarto menilai Pemkot Bandar Lampung serius dan konsisten dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat.
Menurut Adi, perlindungan bagi anggota Linmas, Ketua RT, dan Ketua Lingkungan dinilai strategis karena mereka memiliki peran dalam menggerakkan masyarakat.
“Kalau beliau-beliau ini sudah menjadi peserta, beliau-beliau sudah paham, saya yakin implementasinya ke masyarakat ini akan lebih masif lagi, akan lebih luas lagi,” kata Adi.
Adi menjelaskan, target Universal Coverage Jamsostek (UCJ) secara nasional pada 2026 berada di angka 56,94 persen. Sementara itu, capaian saat ini telah mencapai 38,83 persen, meningkat dibandingkan sebelumnya yang masih berada di kisaran 20 persen.
Untuk Provinsi Lampung, cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan berada di angka 20,85 persen. Menurut Adi, capaian Kota Bandar Lampung sudah berada di atas rata-rata Provinsi Lampung.