BANDAR LAMPUNG – DPRD Kota Bandar Lampung mendorong agar fasilitas publik di daerah setempat semakin ramah bagi penyandang disabilitas.
Salah satu yang menjadi perhatian yakni aksesibilitas pada lampu lalu lintas, marka jalan hingga trotoar.
Ketua Fraksi PKS sekaligus Anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung Agus Widodo mengatakan, pembangunan kota yang inklusif harus menjadi perhatian bersama, termasuk dalam penyediaan fasilitas yang dapat digunakan secara aman dan nyaman oleh penyandang disabilitas.
Menurutnya, komitmen menjadikan Bandar Lampung sebagai kota inklusif telah disampaikan di lingkungan DPRD, termasuk melalui komunikasi lintas fraksi dan pimpinan.
"Yang jelas komitmen kita di DPRD, ya saya sudah sampaikan juga itu lintas fraksi, lintas apa pimpinan bahwa kita pengin menjadikan Bandar Lampung ini kota yang inklusif," ujarnya pada Kamis, 24 September 2026.
Ia menegaskan, perhatian tersebut tidak hanya ditujukan kepada Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), tetapi juga seluruh kelompok penyandang disabilitas.
Di Komisi III DPRD Bandar Lampung, salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah trotoar.
Agus Widodo mengatakan, trotoar harus memiliki akses yang dapat digunakan penyandang disabilitas sehingga mereka dapat beraktivitas di ruang publik secara lebih aman dan mandiri.
"Di Komisi III, yang sekarang jadi konsen, misal trotoar. Trotoar itu kita akan pastikan ada jalan untuk difabel," katanya.
Menurutnya, keberadaan jalur khusus bagi penyandang disabilitas menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang publik yang inklusif.
Selain trotoar, DPRD juga menaruh perhatian terhadap fasilitas penunjang lainnya, termasuk akses penyeberangan dan fasilitas pada persimpangan jalan.
Terkait aspirasi Gerkatin mengenai fasilitas pada lampu lalu lintas, khususnya tombol atau perangkat yang dapat membantu penyandang disabilitas ketika menyeberang jalan, ia mengaku baru mengetahui persoalan tersebut.