"Jaksa hanya menyimpulkan penerimaan di kantor Don Ritto diubah jadi emas dan valas tanpa kejelasan kapan dan bagaimana prosesnya. Prosesnya terlihat tergesa-gesa dan dipaksakan," kata Febri.
Ia juga mempersoalkan tuduhan pencucian uang yang dikaitkan dengan penerimaan honor pengacara melalui rekening kantor hukum Don Ritto. Menurutnya, dakwaan belum menjelaskan secara logis bagaimana penerimaan tersebut dapat dikategorikan sebagai milik Febrie.
"Pada tuduhan pencucian uang, penerimaan honor lawyer ke rekening kantor hukum Don Ritto dianggap sebagai penerimaan Pak Febrie tanpa penjelasan logis atau bukti aliran dana ke Pak Febrie," tuturnya.
Penyitaan Aset Rp600 Miliar Ikut Dipersoalkan
Persoalan lain yang disoroti Febri adalah perbedaan nilai aset yang disebut dalam dakwaan dan nilai aset yang disita selama penyidikan.
Menurut keterangannya, dakwaan menyebut aset senilai Rp350 miliar, sedangkan nilai aset yang disita dalam proses penyidikan mencapai Rp600 miliar.
"Ada juga tanah Pak Febrie di Parompong untuk masjid yang dibeli tahun 2003 disita, padahal tempus perkaranya 2020-2026. Semua hanya berdasarkan asumsi atau 'otak-atik gathuk'," terang Febri.
Ia mempertanyakan dasar penyitaan tanah di Parompong yang, menurut penjelasannya, dibeli pada 2003 dan diperuntukkan bagi pembangunan masjid. Febri menilai waktu perolehan aset tersebut perlu dicermati karena berbeda dengan rentang waktu perkara yang disebut dalam dakwaan, yakni 2020–2026.
Pihak kuasa hukum berpandangan bahwa hubungan antara aset yang disita dan dugaan tindak pidana harus dijelaskan melalui bukti yang memadai, bukan sekadar asumsi. Meski demikian, penilaian mengenai relevansi aset, dasar penyitaan, dan pembuktian unsur pidana akan bergantung pada pemeriksaan perkara serta pertimbangan majelis hakim.
Febrie Adriansyah Disebut Tetap Sehat di Rutan
Di tengah proses hukum yang dihadapinya, Febrie Adriansyah dilaporkan berada dalam kondisi sehat selama menjalani penahanan. Febri mengatakan kliennya tetap berolahraga, termasuk bermain tenis meja bersama warga binaan lain, untuk menjaga kebugaran fisik.