Ajakan untuk turun langsung ke lokasi dapat menjadi langkah penting dalam mempertemukan keterangan para pihak dengan kondisi faktual di lapangan.
Namun, peninjauan tersebut perlu menghasilkan lebih dari sekadar kunjungan. Temuan mengenai kondisi lahan, saluran air, jalan lingkungan, dan langkah pengendalian dampak perlu dicatat serta ditindaklanjuti secara terukur.
Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui persoalan apa yang benar-benar ditemukan, apa yang harus diperbaiki, dan siapa yang bertanggung jawab atas tindak lanjutnya.
Polemik pengerukan kaki Gunung Kucing memperlihatkan bahwa pembangunan perkotaan selalu membawa tanggung jawab yang lebih luas daripada mendirikan bangunan.
Investasi memang menjadi salah satu bagian dari pertumbuhan kota. Namun, pembangunan juga harus memperhitungkan kondisi lingkungan dan keberadaan masyarakat yang lebih dahulu hidup di sekitar lokasi.