DPRD Bandar Lampung Soroti Konflik SDN 2 Talang, Dinas Pendidikan Diminta Beri Kepastian

Komisi IV DPRD Bandar Lampung membahas mosi tidak percaya terhadap PLT Kepala SDN 2 Talang, mulai dari konflik guru hingga transparansi pengadaan dan dana BOS.
Krisna Jeri - Selasa, 27 Okt 2026 - 17:25 WIB
Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung menggelar rapat dengar pendapat membahas konflik internal SDN 2 Talang. Sejumlah guru menyampaikan keberatan terhadap kepemimpinan PLT kepala sekolah, sementara Dinas Pendidikan diminta menindaklanjuti persoalan ter
Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung menggelar rapat dengar pendapat membahas konflik internal SDN 2 Talang. Sejumlah guru menyampaikan keberatan terhadap kepemimpinan PLT kepala sekolah, sementara Dinas Pendidikan diminta menindaklanjuti persoalan ter - Krisna Jeri

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

Sementara itu, guru senior Niatas menegaskan bahwa penyampaian aspirasi tersebut bukan bertujuan menjatuhkan pihak tertentu.

Menurutnya, para guru menginginkan suasana kerja yang nyaman dan kondusif agar kegiatan pendidikan dapat berjalan dengan baik.

“Kami tidak ada misi apa-apa. Kami hanya menginginkan kenyamanan dan suasana sekolah yang kondusif. Kalau kami berpura-pura nyaman padahal sebenarnya tidak merasa nyaman, untuk apa?” katanya.

Pernyataan para guru tersebut menggambarkan adanya persoalan hubungan kerja yang perlu mendapat perhatian.

Advertisements

Penyelesaian konflik diharapkan tidak hanya berfokus pada penentuan kepemimpinan, tetapi juga pembenahan komunikasi dan koordinasi di lingkungan sekolah.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Hesti Kusumaningrum membantah bahwa langkah-langkah yang diambilnya selama memimpin sekolah semata-mata didasari persoalan pribadi.

Ia menjelaskan bahwa upaya yang dilakukan bertujuan menegakkan kedisiplinan dan membenahi administrasi sekolah, termasuk absensi serta kegiatan pembelajaran.

Hesti juga mengungkapkan bahwa keretakan hubungan dengan sejumlah guru bermula ketika dirinya menemukan percakapan dalam grup WhatsApp di laptop sekolah.

Advertisements

Menurut keterangannya, percakapan tersebut berisi pesan dengan bahasa yang tidak pantas dan ditujukan kepada dirinya serta suaminya.

“Saya hadir bukan untuk membuka aib teman-teman saya, demi Allah. Saya hanya mengkonfirmasi fakta yang terjadi. Masalah ini meruncing berawal saat saya membuka laptop sekolah dan melihat pesan grup WhatsApp yang belum tertutup dengan bahasa yang tidak pantas ditujukan kepada saya. Jika kita ditugaskan di suatu tempat, apapun tantangannya kita harus tetap bekerja profesional dan menegakkan kedisiplinan aturan,” kata Hesti.

Keterangan tersebut menjadi bagian dari penjelasan Hesti dalam RDP untuk merespons keluhan para guru.

Perbedaan pandangan mengenai kepemimpinan dan pola komunikasi di sekolah itu kini menjadi bagian dari persoalan yang perlu ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT MLO - 6 BANK LAMPUNG HUT MLO - 4 HUT MLO - 3 HUT MLO - 2 HUT MLO - 1

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements