Namun, menurut keterangan pihak guru, PLT baru tersebut hanya hadir pada hari pertama, sedangkan Hesti Kusumaningrum tetap menjalankan aktivitasnya di sekolah.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai kepastian administrasi penugasan serta pihak yang secara efektif menjalankan fungsi kepemimpinan sekolah.
Kepastian tersebut dinilai penting agar koordinasi antara pimpinan sekolah dan tenaga pendidik dapat berjalan dengan baik, tanpa terus dibayangi persoalan internal.
Selain persoalan kepemimpinan, RDP Komisi IV DPRD Bandar Lampung juga mengungkap keluhan mengenai mekanisme pengadaan barang dan koordinasi pengelolaan dana BOS di SDN 2 Talang.
Dindi, yang menjabat sebagai Bendahara Barang SDN 2 Talang, mengaku sejumlah pengadaan barang dilakukan tanpa pemberitahuan maupun pembahasan bersama dirinya.
Ia menilai bendahara barang seharusnya dilibatkan dalam perencanaan pengadaan agar pencatatan dan administrasi barang dapat berjalan sesuai mekanisme.
“Dalam pos bendahara barang, setiap perencanaan pengadaan barang harusnya diberitahukan kepada bendahara barang. Tapi yang terjadi main beli saja tanpa ada pemberitahuan, dan saya sebagai bendahara barang tidak pernah diajak berdiskusi,” ungkap Dindi.
Dindi, yang juga pernah menjabat sebagai Bendahara BOS pada periode 2011–2025, menyebut komunikasi dan koordinasi terkait laporan pertanggungjawaban anggaran BOS tidak berjalan seperti sebelumnya.
Keluhan tersebut menjadi salah satu hal yang disampaikan dalam forum DPRD. Meski demikian, persoalan pengadaan barang dan pengelolaan dana BOS masih memerlukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan mekanisme yang diterapkan serta kesesuaiannya dengan ketentuan administrasi.
Ketegangan internal sekolah juga berkaitan dengan pola komunikasi dan hubungan kerja antara kepala sekolah dan sejumlah guru.
Guru Agama, Siska Dahlia, mengungkapkan bahwa dirinya merasakan ketidaknyamanan secara psikologis selama bekerja di bawah kepemimpinan Hesti Kusumaningrum.
“Jujur yang saya rasakan secara pribadi adalah ketidaknyamanan dalam mengajar semenjak kepemimpinan beliau. Ini ketidaknyamanan secara psikologis bagi kami para guru,” ujar Siska dalam rapat.