LAMPUNG UTARA – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau sejumlah program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Lampung Utara, Kamis 29 Oktober 2026.
Agenda tersebut meliputi pemeriksaan kondisi jalan menuju kawasan wisata Bendungan Way Rarem, pelaksanaan program bedah rumah, serta pertemuan dengan keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung memastikan pembangunan infrastruktur berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui perbaikan akses transportasi, penyediaan hunian layak, dan penguatan kapasitas keluarga penerima bantuan sosial.
Dalam peninjauan infrastruktur, Gubernur yang akrab disapa Mirza didampingi Bupati Lampung Utara dan Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung.
Rombongan meninjau ruas jalan Pekurun Aji–Keagungan yang menjadi salah satu akses menuju kawasan wisata Bendungan Way Rarem.
Ruas jalan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pengembangan pariwisata daerah.
Infrastruktur yang memadai diharapkan dapat memperlancar aktivitas warga, mempermudah distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong peningkatan kualitas infrastruktur jalan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Melalui peninjauan lapangan, pemerintah juga dapat melihat kondisi aktual infrastruktur sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan agar pembangunan dan perbaikan jalan sesuai dengan prioritas serta kebutuhan masyarakat.
Selain memantau kondisi infrastruktur, Gubernur Mirza meninjau pelaksanaan program bedah rumah di Desa Pekurun Bangi Seribujadi, Kecamatan Abung Pekurun.
Salah satu rumah yang dikunjungi merupakan milik Abbas atau Basri (36), warga yang menerima bantuan untuk memperbaiki kondisi tempat tinggalnya agar menjadi lebih layak huni.
Penanggung jawab kegiatan, Haryanto, menjelaskan bahwa program bedah rumah tersebut menjangkau tiga desa dengan alokasi masing-masing 10 penerima manfaat di setiap desa.