Pada periode Idulfitri, PLN menyiagakan 67 SPKLU di 40 lokasi. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 83 unit di 51 lokasi pada Juni 2026.
Selanjutnya, hingga Agustus 2026, jumlahnya kembali bertambah menjadi 90 unit SPKLU yang tersebar di 58 lokasi.
Peningkatan tersebut menjadi bagian dari langkah PLN dalam memperluas akses pengisian daya sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin menggunakan kendaraan listrik.
Seiring bertambahnya fasilitas pengisian daya, aktivitas penggunaan kendaraan listrik di Lampung juga menunjukkan perkembangan.
Selama periode Idulfitri 14–29 Maret 2026, SPKLU di Lampung mencatat sebanyak 3.090 transaksi pengisian kendaraan listrik dengan konsumsi energi mencapai 73.919 kilowatt hour (kWh).
Angka tersebut menunjukkan pemanfaatan fasilitas pengisian daya untuk mendukung mobilitas masyarakat, khususnya selama periode perjalanan dan libur Lebaran.
Kesiapan jaringan SPKLU di Lampung juga telah dimanfaatkan untuk perjalanan lintas provinsi.
Pada Agustus 2026, Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI) menggelar Touring Kemerdekaan dengan rute Jakarta–Lampung–Jakarta menggunakan kendaraan listrik.
Perjalanan tersebut menjadi salah satu gambaran pemanfaatan kendaraan listrik untuk mobilitas antarkota dengan dukungan jaringan pengisian daya yang tersedia di sepanjang perjalanan.
Komitmen PLN terhadap transisi energi bersih tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur SPKLU, tetapi juga diterapkan dalam kegiatan operasional perusahaan.
PLN UID Lampung tercatat telah menggunakan 51 kendaraan listrik atau setara 100 persen dari total kendaraan operasionalnya.
Penggunaan kendaraan listrik tersebut menjadi bentuk penerapan langsung teknologi rendah emisi di lingkungan perusahaan sekaligus memberikan pengalaman bagi PLN dalam memanfaatkan kendaraan listrik untuk mendukung aktivitas operasional.