Dari Guru Honorer ke Forum Nasional, Parosil Bongkar Strategi Pendidikan Lampung Barat

Dari Guru Honorer ke Forum Nasional, Parosil Mabsus Ungkap Strategi Pemerataan Pendidikan Lampung Barat Berbasis Kearifan Lokal
Lusiana Purba - Jumat, 30 Okt 2026 - 14:37 WIB
Dekan FKIP Unila Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd memberikan Palakat Sebagai pembicara kepada Parosil Mabsus Bupati Lampung Barat.
Dekan FKIP Unila Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd memberikan Palakat Sebagai pembicara kepada Parosil Mabsus Bupati Lampung Barat. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG BARAT – Pendidikan tidak boleh hanya menjadi hak anak-anak dari keluarga mampu. Setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi dan sosial keluarganya, harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan dan meraih masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, saat menjadi narasumber dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) XIV dan Seminar Nasional Asosiasi Program Studi Manajemen Administrasi Pendidikan Indonesia (APMAPI) 2026 di Universitas Lampung (Unila), Jumat (30/10).

Di hadapan 167 peserta dari 50 perguruan tinggi se-Indonesia, Parosil memaparkan implementasi kebijakan pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan berbasis kearifan lokal dalam menghadapi tantangan abad ke-21.

Bukan sekadar menyampaikan teori, mantan guru honorer dan guru bantu tersebut membagikan pengalaman panjangnya di dunia pendidikan sebelum terjun ke politik. Ia pernah menjadi anggota DPRD selama tiga periode hingga akhirnya dipercaya memimpin Kabupaten Lampung Barat sebagai bupati.

Advertisements

Pengalaman tersebut menjadi salah satu landasan bagi Parosil dalam menempatkan pendidikan sebagai prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan suatu wilayah tidak cukup hanya diukur dari pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus ditopang kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Setiap anak harus memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan. Jangan sampai kondisi ekonomi keluarga menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih cita-citanya," menjadi salah satu pesan yang ditekankan Parosil dalam paparannya.

Salah satu kebijakan yang diperkenalkan adalah program seragam sekolah gratis bagi peserta didik di Kabupaten Lampung Barat.

Program tersebut bertujuan meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus memastikan seluruh anak memperoleh fasilitas pendidikan secara setara, tanpa merasa berbeda karena kondisi ekonomi keluarganya.

Advertisements

Melalui kebijakan itu, anak petani, buruh, aparatur sipil negara (ASN), kepala desa, hingga anak seorang bupati memiliki hak yang sama untuk mendapatkan fasilitas pendidikan.

Parosil menilai, pemerataan pendidikan harus dimulai dari kebutuhan mendasar yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat. Terlebih, biaya perlengkapan sekolah masih menjadi salah satu beban pengeluaran bagi sebagian keluarga.

Selain seragam gratis, Pemkab Lampung Barat juga mengembangkan program beasiswa kedokteran bagi lulusan SMA dan madrasah aliyah (MA) asal Lampung Barat yang berhasil diterima di perguruan tinggi negeri (PTN).

Sejumlah penerima beasiswa tersebut kini menempuh pendidikan kedokteran di berbagai daerah, mulai dari Aceh, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Yogyakarta, hingga Lampung.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT MLO - 6 BANK LAMPUNG HUT MLO - 4 HUT MLO - 3 HUT MLO - 2 HUT MLO - 1

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements