19.490 Petani Pesisir Barat Masuk Pendataan RDKK Pupuk Bersubsidi 2027

Pemkab Pesisir Barat mendata 19.490 petani dalam penyusunan RDKK pupuk bersubsidi 2027. Total rencana tanam mencapai 31.810,30 hektare dengan kebutuhan pupuk 18,6 juta kilogram.
Yayan Prantoso - Senin, 02 Nov 2026 - 16:00 WIB
DKPPP Pesbar melakukan pemantauan pupuk bersubsidi sekaligus memastikan kebutuhan petani terdata dalam RDKK 2027.
DKPPP Pesbar melakukan pemantauan pupuk bersubsidi sekaligus memastikan kebutuhan petani terdata dalam RDKK 2027. - foto -- dok. DKPPP Pesbar

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

PESISIR BARAT – Sebanyak 19.490 petani di Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) masuk dalam pendataan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk bersubsidi tahun 2027. Berdasarkan rekapitulasi Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Pesbar, total rencana tanam mencapai 31.810,30 hektare (Ha), dengan usulan kebutuhan pupuk bersubsidi sebanyak 18.641.818 kilogram (Kg).

Kebutuhan tersebut terdiri dari 5.069.932 Kg pupuk Urea, 13.471.136 Kg pupuk NPK, serta 100.750 Kg pupuk organik. Pendataan dilakukan sebagai dasar pemetaan kebutuhan sarana produksi pertanian berdasarkan luas lahan, rencana tanam, jumlah petani, dan komoditas yang dibudidayakan di masing-masing wilayah.

Kepala DKPPP Pesbar Irvan Leonardo Abdullah, S.P., M.Si., melalui Kepala Bidang Prasarana Pertanian, Ade Kurniawan, S.P., mengatakan penyusunan RDKK merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mengidentifikasi kebutuhan pupuk bersubsidi, khususnya untuk subsektor tanaman pangan dan perkebunan.

Menurutnya, pendataan dilakukan dengan memperhatikan rencana usaha tani kelompok sehingga kebutuhan pupuk dapat dipetakan berdasarkan luas lahan dan komoditas yang diusahakan petani di setiap kecamatan.

Advertisements

“RDKK ini menjadi salah satu dasar dalam perencanaan kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani. Melalui pendataan tersebut, kebutuhan pupuk di setiap wilayah dapat diketahui berdasarkan rencana tanam, luas lahan, serta komoditas yang diusahakan oleh masing-masing kelompok tani,” katanya.

Berdasarkan sebaran wilayah, Kecamatan Bangkunat menjadi daerah dengan rencana tanam terluas, yakni mencapai 9.186,75 Ha dengan jumlah 4.051 petani. Kebutuhan pupuk di wilayah tersebut terdiri dari 1.822.792 Kg Urea dan 3.771.665 Kg NPK.

Selanjutnya, Kecamatan Ngambur memiliki rencana tanam seluas 6.879,25 Ha dengan jumlah 4.612 petani. Kebutuhan pupuk yang tercatat mencapai 1.197.818 Kg Urea dan 2.736.742 Kg NPK.

“Sedangkan di Kecamatan Pesisir Selatan memiliki rencana tanam seluas 4.695,45 Ha dengan jumlah 3.448 petani, serta kebutuhan 819.890 Kg Urea, 1.758.480 Kg NPK, dan 82.750 Kg pupuk organik,” jelasnya.


Advertisements

Untuk wilayah lainnya, Kecamatan Ngaras tercatat memiliki 1.424 petani dengan rencana tanam 2.958,35 Ha. Kebutuhan pupuk di kecamatan tersebut terdiri dari 546.733 Kg Urea dan 1.279.071 Kg NPK.

Sementara itu, Kecamatan Karya Penggawa memiliki 1.506 petani dengan rencana tanam 2.094,50 Ha. Krui Selatan tercatat sebanyak 800 petani dengan luas tanam 1.450 Ha, sedangkan Pesisir Tengah memiliki 339 petani dengan rencana tanam 552,75 Ha.

“Kemudian, Kecamatan Lemong tercatat memiliki 1.779 petani dengan rencana tanam 1.834,05 Ha, Pesisir Utara sebanyak 1.159 petani dengan luas 1.637,50 Ha, dan Way Krui sebanyak 372 petani dengan rencana tanam 521,50 Ha,” katanya.

Adapun Kecamatan Pulau Pisang belum mencatatkan jumlah petani maupun rencana tanam dalam rekapitulasi RDKK tersebut.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT MLO - 6 BANK LAMPUNG HUT MLO - 4 HUT MLO - 3 HUT MLO - 2 HUT MLO - 1

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements