Hera menambahkan, apabila jamaah harus keluar hotel untuk menjalankan aktivitas ibadah maupun keperluan lainnya, maka jamaah diwajibkan menggunakan perlengkapan pelindung diri secara lengkap.
Perlengkapan tersebut meliputi sandal, masker, payung, hingga penutup kepala guna meminimalkan paparan panas matahari secara langsung yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan.
“Cuaca di Makkah saat ini sangat panas. Karena itu jamaah harus disiplin menggunakan alat pelindung diri dan jangan sampai mengabaikan anjuran petugas kesehatan,” katanya.
Selain penggunaan alat pelindung diri, Kemenhaj-Umrah Pesisir Barat juga mengingatkan pentingnya menjaga kebutuhan cairan tubuh selama berada di Tanah Suci.
Jamaah diminta rutin mengonsumsi air putih, oralit, maupun air zamzam dalam jumlah cukup guna mencegah tubuh mengalami kekurangan cairan akibat suhu panas ekstrem.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi pada jamaah di wilayah bersuhu tinggi ialah menunggu rasa haus sebelum minum. Padahal, dalam kondisi cuaca panas, tubuh dapat kehilangan cairan lebih cepat tanpa disadari sehingga risiko dehidrasi meningkat apabila asupan cairan tidak terpenuhi secara rutin.
“Kami juga meminta jamaah rutin minum air putih dan oralit atau zamzam sedikit demi sedikit tetapi sering. Jangan menunggu haus karena risiko dehidrasi sangat tinggi pada suhu ekstrem seperti sekarang,” ujarnya.
Berdasarkan laporan EWS yang diterima Kemenhaj-Umrah Pesisir Barat, kondisi cuaca di Makkah juga disertai rata-rata kecepatan angin mencapai 12 kilometer per jam.
Meski demikian, hembusan angin tersebut dinilai belum mampu mengurangi dampak panas ekstrem yang dirasakan jamaah ketika beraktivitas di area terbuka, terutama pada siang hari.
Karena itu, pihak Kemenhaj-Umrah Pesisir Barat memastikan petugas pendamping haji terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jamaah secara berkala.
“Tidak hanya memantau kesehatan jamaah, petugas juga rutin memberikan edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan gangguan kesehatan akibat cuaca panas, termasuk pola konsumsi cairan, penggunaan alat pelindung diri, hingga pengaturan aktivitas harian selama di Tanah Suci,” jelasnya.
Pihaknya berharap seluruh jamaah haji asal Kabupaten Pesisir Barat dapat mematuhi seluruh arahan petugas demi menjaga keselamatan dan kesehatan selama menjalankan ibadah haji.