Bahaya Bernapas Lewat Mulut dan Dampaknya bagi Kesehatan

Kebiasaan bernapas lewat mulut sering dianggap sepele, padahal dapat memengaruhi kualitas tidur dan kesehatan tubuh.
Apriyanti - Rabu, 20 Mei 2026 - 04:59 WIB
Bernapas lewat mulut dalam jangka panjang dapat memengaruhi kualitas tidur, kesehatan mulut, hingga fungsi pernapasan tubuh.
Bernapas lewat mulut dalam jangka panjang dapat memengaruhi kualitas tidur, kesehatan mulut, hingga fungsi pernapasan tubuh. - Ilustrasi Medialampung.co.id

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

BANDAR LAMPUNG – Bernapas merupakan aktivitas vital yang dilakukan tubuh setiap saat. Idealnya, manusia bernapas melalui hidung karena organ ini berfungsi menyaring, menghangatkan, dan melembapkan udara sebelum masuk ke paru-paru.

Namun, sebagian orang terbiasa bernapas lewat mulut, baik saat tidur maupun ketika beraktivitas sehari-hari. Kebiasaan ini sering dianggap sepele, padahal dapat memicu berbagai gangguan kesehatan jika berlangsung dalam jangka panjang.

Bernapas lewat mulut dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini biasanya dipicu oleh hidung tersumbat, alergi, sinusitis, gangguan bentuk rahang, hingga kebiasaan yang terbentuk sejak kecil. Dalam beberapa kasus, seseorang bahkan tidak menyadari bahwa dirinya lebih sering bernapas melalui mulut dibandingkan hidung.

Mengapa Bernapas Lewat Mulut Tidak Dianjurkan?

Hidung memiliki sistem pertahanan alami yang membantu tubuh tetap sehat. Saat udara masuk melalui hidung, rambut halus dan lendir akan menyaring debu, bakteri, serta partikel berbahaya lainnya.

Advertisements

Selain itu, hidung juga membantu mengatur suhu dan kelembapan udara sehingga paru-paru dapat bekerja lebih optimal.

Sebaliknya, ketika seseorang bernapas melalui mulut, udara masuk tanpa proses penyaringan maksimal. Akibatnya, tenggorokan dan saluran pernapasan menjadi lebih mudah mengalami iritasi maupun infeksi.

Dampak Buruk Bernapas Lewat Mulut

1. Mulut dan Tenggorokan Menjadi Kering

Bernapas lewat mulut dapat menyebabkan produksi air liur berkurang sehingga mulut terasa kering, terutama saat bangun tidur. Kondisi ini juga bisa memicu bau mulut dan rasa tidak nyaman pada tenggorokan.

2. Risiko Gigi dan Gusi Bermasalah

Air liur berfungsi menjaga keseimbangan bakteri di dalam mulut. Jika mulut terlalu kering, bakteri dapat berkembang lebih cepat dan meningkatkan risiko gigi berlubang, radang gusi, hingga infeksi mulut.

Advertisements

3. Gangguan Kualitas Tidur

Orang yang bernapas lewat mulut saat tidur cenderung lebih mudah mendengkur. Dalam beberapa kasus, kondisi ini berkaitan dengan sleep apnea atau gangguan pernapasan saat tidur yang dapat menyebabkan tubuh mudah lelah dan sulit berkonsentrasi pada siang hari.

4. Menurunkan Kualitas Pernapasan

Bernapas melalui hidung membantu tubuh memperoleh oksigen lebih efisien. Jika terbiasa bernapas lewat mulut, tubuh dapat mengalami gangguan pola napas sehingga mudah merasa lelah saat beraktivitas.

5. Memengaruhi Bentuk Wajah pada Anak

Pada anak-anak, kebiasaan bernapas lewat mulut dalam jangka panjang dapat memengaruhi pertumbuhan wajah dan rahang. Gigi menjadi tidak rapi, rahang tampak maju, hingga bentuk wajah memanjang merupakan beberapa dampak yang dapat terjadi.

6. Lebih Rentan Terkena Infeksi

Karena udara tidak tersaring dengan baik, bakteri dan virus lebih mudah masuk ke tubuh. Hal ini membuat seseorang lebih rentan mengalami radang tenggorokan, batuk, maupun infeksi saluran pernapasan.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements