Dalam pertemuan tersebut turut dibahas draft Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Pesbar dan Basarnas Lampung.
“Dokumen tersebut nantinya menjadi dasar kerja sama terkait pembentukan sekaligus dukungan operasional Pos Unit Siaga SAR di Kabupaten Pesbar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Basarnas Lampung, Deden Ridwansyah, menyambut baik komitmen Pemerintah Kabupaten Pesbar dalam mendukung pembentukan Pos SAR tersebut.
Menurutnya, keberadaan Pos SAR di Pesbar sangat strategis karena wilayah itu memiliki aktivitas masyarakat pesisir dan sektor wisata pantai yang cukup tinggi.
“Pesbar merupakan wilayah yang memiliki potensi kerawanan cukup besar, terutama terkait kondisi laut dan aktivitas masyarakat di kawasan pesisir,” ungkapnya.
Deden menambahkan, keberadaan Pos Unit Siaga SAR nantinya diharapkan mampu mempercepat pelayanan pencarian dan pertolongan sehingga keselamatan masyarakat lebih terjamin.
Saat ini Basarnas Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Pesbar terus mematangkan berbagai kesiapan teknis agar rencana pembentukan Pos SAR dapat berjalan sesuai harapan.
Dalam waktu dekat, pihak Basarnas dijadwalkan melakukan kunjungan langsung ke Krui guna meninjau kesiapan lokasi serta membahas kebutuhan teknis operasional.
“Rencananya awal Juni 2026 kami akan melakukan kunjungan ke Krui untuk melihat langsung kesiapan lokasi dan membahas lebih lanjut terkait kebutuhan teknis operasional. Termasuk juga rencana penempatan sarana pendukung seperti jetski yang nantinya dapat digunakan untuk mendukung respons cepat penanganan kedaruratan di wilayah pesisir,” jelasnya.
Menurut Deden, dukungan sarana operasional menjadi bagian penting dalam menunjang efektivitas pelayanan SAR, khususnya di wilayah pantai dengan karakteristik medan yang cukup menantang.
Dengan dukungan peralatan yang memadai, proses evakuasi maupun pencarian korban dapat dilakukan secara lebih optimal.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting karena penanganan kedaruratan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi lintas sektor agar pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat benar-benar maksimal,” tandasnya.(*)