KDMP Ciptawaras Tunjukkan Tren Positif, Peratin Sunayah Tekankan Penguatan Modal dan SDM

RAT KDMP Ciptawaras ungkap kinerja positif, Peratin tekankan penguatan modal, SDM, dan perluasan pasar berbasis digital.
Rinto Arius - Kamis, 30 Apr 2026 - 22:44 WIB
RAT KDKMP Ciptawaras Kecamatan Gedungsurian.
RAT KDKMP Ciptawaras Kecamatan Gedungsurian. - Foto Dok Pekon Ciptawaras

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG BARATKoperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pekon Ciptawaras, Kecamatan Gedungsurian, Kabupaten Lampung Barat, menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 dengan memaparkan laporan kinerja serta program kerja ke depan.

Kegiatan tahunan yang dihadiri pengurus dan anggota koperasi ini menegaskan peran strategis koperasi sebagai penggerak ekonomi desa. Peratin Ciptawaras, Sunayah, hadir sebagai narasumber utama dan menekankan pentingnya penguatan koperasi.

Dalam laporan pengurus, sejumlah unit usaha koperasi tercatat berjalan cukup baik sepanjang tahun 2025. Unit usaha tersebut meliputi suplai bahan ke dapur SPPG, distribusi gas LPG, penyaluran pupuk subsidi, toko sembako, hingga pengolahan limbah organik.

Secara umum, koperasi menunjukkan perkembangan positif meski masih menghadapi sejumlah kendala.

Advertisements

“Selama tahun buku berjalan, koperasi mengalami peningkatan yang cukup signifikan, terutama dari sisi omzet usaha yang naik sekitar 15 hingga 25 persen. Ini dipengaruhi oleh bertambahnya produk serta meningkatnya aktivitas penjualan,” ujar Sunayah.

Selain peningkatan omzet, jumlah anggota koperasi juga mengalami pertumbuhan. Hal ini dinilai sebagai indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap koperasi desa.

“Penambahan anggota menunjukkan bahwa masyarakat mulai percaya dan melihat manfaat nyata dari koperasi. Ini menjadi modal sosial yang sangat penting,” tambahnya.

Dari sisi pengembangan usaha, koperasi mulai memperluas unit usaha, termasuk suplai makanan bergizi, perdagangan hasil tani dan sembako, serta distribusi gas. Inovasi juga dilakukan melalui pengolahan limbah organik sebagai bagian dari usaha berbasis lingkungan.

Advertisements

Namun demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi. Keterbatasan modal usaha menjadi kendala utama yang berdampak pada belum optimalnya ekspansi dan ketersediaan stok barang.

Selain itu, pemasaran produk koperasi masih terbatas dan cenderung bergantung pada anggota internal. Pengelolaan administrasi juga dinilai perlu ditingkatkan, terutama dalam aspek digitalisasi.

“SDM pengurus koperasi pun masih membutuhkan pelatihan agar lebih profesional,” jelas Sunayah.

Dalam analisisnya, koperasi dinilai berada dalam tren pertumbuhan positif, namun memerlukan langkah strategis untuk memperkuat fondasi. Fokus ke depan meliputi penguatan permodalan, perbaikan sistem manajemen, serta perluasan pasar melalui platform digital.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements