Pengawasan terhadap pengunjung, terutama anak-anak, juga diminta untuk diperketat.
Pemerintah menilai sistem pengawasan tidak cukup hanya mengandalkan kamera pengawas, melainkan harus disertai kehadiran petugas khusus yang aktif memantau aktivitas di sekitar kolam renang.
Selain itu, peran staf hotel dinilai krusial dalam memberikan imbauan langsung kepada tamu, khususnya orang tua yang membawa anak.
Pemerintah juga menekankan pentingnya pemasangan tanda peringatan kedalaman kolam yang jelas dan mudah terlihat.
“Di sisi administratif, pihak hotel diminta segera melengkapi dokumen perizinan yang masih kurang sebagai bagian dari kepatuhan terhadap regulasi,” imbuh Wilson.
Wilson menambahkan bahwa hingga saat ini, insiden tersebut masih berada dalam tahap evaluasi oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Sementara itu, proses penyelidikan lebih lanjut sepenuhnya menjadi kewenangan Polres Bandar Lampung.
Pemerintah berharap evaluasi ini dapat menjadi momentum perbaikan menyeluruh terhadap sistem keselamatan di fasilitas umum. Dengan langkah tersebut, kejadian serupa diharapkan tidak terulang, sehingga rasa aman dan kenyamanan pengunjung dapat lebih terjamin ke depannya.