BANDAR LAMPUNG – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana meninjau langsung penyaluran bantuan beras dari pemerintah pusat kepada masyarakat Kota Bandar Lampung. Dalam penyaluran tersebut, setiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan tiga karung beras dengan total 30 kilogram.
Eva Dwiana menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat Bandar Lampung. Ia berharap bantuan pangan tersebut dapat membantu meringankan beban warga, terutama di tengah kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok.
"Alhamdulillah hari ini kita pembagian beras ya, dari Pak Prabowo, pemerintah pusat, untuk warga masyarakat Bandar Lampung, dengan mendapatkan 3 karung beras dengan nominal 30 kilo," ujar Eva Dwiana, Selasa 8 September 2026.
"Dan kita bersyukur, terima kasih banyak. Mudah-mudahan warga Bandar Lampung bisa memanfaatkan bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat ini sebaik-baiknya. Apalagi sekarang ini kan semuanya serba mahal, ini saling dikasih, ya alhamdulillah bersyukur," sambungnya.
Eva juga memastikan penyaluran bantuan beras masih akan berlanjut pada hari berikutnya. Pernyataan tersebut menjadi kabar baik bagi warga yang belum menerima bantuan pada penyaluran kali ini.
"Nanti besok juga ada lagi, besok ada lagi ya," imbuhnya.
Antusiasme warga terlihat tinggi saat menerima bantuan beras tersebut. Penyaluran bantuan pangan ini tidak hanya menyasar masyarakat, tetapi juga diiringi perhatian terhadap sejumlah sektor pendukung, termasuk tambahan alokasi untuk sektor pendidikan di Kota Bandar Lampung.
Pada tahap kedua, jumlah penerima bantuan pangan di Bandar Lampung mengalami penurunan setelah pemerintah pusat memperbarui data dan kriteria masyarakat yang berhak menerima bantuan.
Plh. Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung Ayu Kumala Dewi mengatakan, pada tahap kedua penerima bantuan hanya berasal dari masyarakat yang masuk kategori Desil 1 hingga Desil 4. Ketentuan ini berbeda dengan penyaluran sebelumnya yang masih mencakup masyarakat hingga Desil 6.
“Untuk tahap kedua ini memang terdapat perubahan data. Penerima yang masuk sekarang hanya Desil 1 sampai Desil 4,” jelas Ayu.
Dengan perubahan tersebut, jumlah KPM penerima bantuan pangan di Bandar Lampung kini tercatat sekitar 96.919 keluarga. Jumlah ini turun dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai sekitar 105.000 KPM.
Pemerintah juga memperketat mekanisme penggantian penerima bantuan. Jika terdapat penerima yang sudah tidak memenuhi persyaratan, penggantinya harus berasal dari masyarakat yang masuk dalam Desil 1 hingga Desil 4.