Yuni menjelaskan, seminar tersebut tidak dimaksudkan untuk membangun kebencian terhadap kelompok atau individu tertentu.
Kegiatan lebih diarahkan pada peningkatan kewaspadaan keluarga terhadap berbagai tantangan yang dihadapi anak dan penguatan kemampuan orang tua dalam melakukan pendampingan.
“Rumah Keluarga Indonesia hadir sebagai gerakan edukasi. Kami mengajak keluarga untuk memahami tantangan yang ada, termasuk isu LGBT, dengan mengedepankan pendekatan preventif melalui penguatan akidah, akhlak, pendidikan keluarga, serta pendampingan yang penuh kasih sayang," Tambahnya.
Selama pelaksanaan kegiatan di Pesisir Barat dan Lampung Barat, peserta mendapatkan materi melalui pemaparan, diskusi, serta sesi tanya jawab.
Materi yang dibahas mencakup pola pengasuhan anak di era digital, pendidikan seksual sesuai usia dan nilai keluarga, komunikasi efektif antara orang tua dan anak, serta strategi memperkuat ketahanan keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.
Peserta juga diajak memahami pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan suportif bagi perkembangan anak.
Komunikasi yang terbuka dinilai menjadi salah satu kunci agar orang tua dapat mengetahui persoalan yang dihadapi anak sejak dini.
Melalui Seminar Rumah Keluarga Indonesia, BIPEKA PKS Pesisir Barat dan Lampung Barat berharap semakin banyak penggerak keluarga yang mampu bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan keluarga yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang sebagai fondasi untuk membentuk generasi yang berkarakter, berprestasi, serta bertanggung jawab.