Namun, khusus untuk Sekolah Rakyat, Eva mengakui masih terdapat kendala berupa keterbatasan lahan di wilayah perkotaan.
Menurutnya, konsep Sekolah Rakyat membutuhkan lahan yang cukup luas karena peserta didik akan mengikuti sistem pendidikan yang dilengkapi fasilitas asrama.
“Kalau Sekolah Rakyat yang harus menginap dengan kebutuhan lahan sekitar tujuh hektar, kita belum bisa. Tapi insya Allah, kita yakin dan bismillah,” ujarnya.
Meski menghadapi kendala lahan, Eva memastikan Pemkot Bandar Lampung tetap berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.
Eva menyebut Pemkot Bandar Lampung selama ini telah menjalankan berbagai program untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan siswa.
Salah satunya melalui penyediaan fasilitas pendidikan bagi siswa tingkat SD dan SMP, termasuk bantuan seragam dan sepatu.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meringankan beban keluarga sekaligus memastikan anak-anak tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.
Eva berharap program pendidikan yang telah berjalan di tingkat daerah dapat terus dilanjutkan dan disinergikan dengan kebijakan pemerintah pusat.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam mengisi kemerdekaan sekaligus mempersiapkan generasi penerus menghadapi tantangan masa depan.
Lebih lanjut, Eva mengajak masyarakat Kota Bandar Lampung menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai motivasi untuk terus bekerja dan memberikan kontribusi terbaik.
Ia menilai setiap masyarakat memiliki peran masing-masing dalam pembangunan.
Karena itu, kemajuan daerah tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah.