Model ini tampil dengan kombinasi warna dua nada yang membuat tampilannya lebih elegan dibandingkan versi standar.
Popularitas Charleston sangat tinggi sehingga Citroen akhirnya memproduksinya secara massal.
Hingga kini, Charleston masih menjadi salah satu varian 2CV yang paling banyak dicari oleh para penggemar mobil klasik karena desainnya yang khas dan mudah dikenali.
Interior Citroen 2CV dirancang mengikuti filosofi yang sama dengan bagian eksteriornya: sederhana dan fungsional.
Kabin mobil ini tidak dipenuhi ornamen mewah. Fokus utamanya adalah menghadirkan ruang yang cukup nyaman bagi penumpang serta memastikan seluruh komponen mudah digunakan.
Atap kanvas yang dapat dibuka menjadi salah satu fitur khas yang memberikan sirkulasi udara alami sekaligus memperkuat karakter santai mobil ini.
Kesederhanaan tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri ketika dibandingkan dengan kendaraan modern yang sarat teknologi elektronik.
Perjalanan panjang Citroen 2CV berakhir pada 27 Juli 1990 ketika unit terakhir keluar dari pabrik Citroen di Mangualde, Portugal.
Meski produksinya telah berhenti, popularitas 2CV tidak pernah benar-benar hilang.
Komunitas penggemar dan pemiliknya masih aktif di berbagai negara hingga saat ini.
Citroen 2CV membuktikan bahwa sebuah mobil tidak harus memiliki mesin besar, performa tinggi, atau teknologi rumit untuk menjadi legenda.