Perjalanan Karisma tidak berhenti pada generasi awal. Sekitar 2004, Honda menghadirkan Karisma X dengan sejumlah perubahan pada tampilan.
Siluet bodinya dibuat lebih ramping. Perubahan juga terlihat pada bagian sayap dan penutup rantai.
Meski tampilannya mengalami penyegaran, karakter utama Karisma tetap dipertahankan. Mesin 125 cc menjadi salah satu identitas utama motor tersebut.
Namun, persaingan di pasar motor bebek terus berubah. Honda kemudian memperkuat posisi Supra X 125, yang akhirnya memiliki umur produk lebih panjang dan popularitas lebih besar.
Karisma bersama Kirana pun perlahan meninggalkan jajaran utama motor bebek Honda.
Untuk ukuran motor bebek awal 2000-an, Karisma 125D menawarkan kombinasi spesifikasi yang cukup menarik. Diantaranya;
- Mesin: 4-tak, 1-silinder, SOHC
- Kapasitas: 124,9 cc
- Bore x stroke: 52,4 x 57,9 mm
- Rasio kompresi: 9,0:1
- Tenaga: sekitar 9,3 PS @ 7.500 rpm
- Torsi: sekitar 10,1 Nm @ 4.000 rpm
- Transmisi: 4-percepatan rotary
- Pendingin: udara
- Sistem bahan bakar: karburator
- Starter: elektrik dan kick starter
- Rem depan: cakram hidrolis pada 125D
- Rem belakang: tromol
- Kapasitas tangki: sekitar 3,7 liter
- Bobot: sekitar 102,2 kg untuk Karisma 125D
Karisma memang tidak memiliki citra sporty sekuat sejumlah motor bebek yang lahir setelahnya.
Bodi besar dan karakter mesinnya justru membuat motor ini lebih identik dengan kendaraan keluarga.
Namun, karakter tersebut kini menjadi bagian dari daya tariknya.
Honda Karisma menawarkan formula yang sederhana tetapi fungsional. Mesin 125 cc berpadu dengan karburator, transmisi semi-otomatis, bagasi praktis dan konstruksi mekanis yang relatif mudah dipahami.
Karakter itu tentu berbeda dengan motor modern yang sudah mengandalkan sistem injeksi, panel digital, riding mode hingga konektivitas smartphone.