32 Tahun Beroperasi di Salak, Star Energy Perkuat Energi Bersih dan Konservasi

Star Energy Geothermal Salak memperkuat pengembangan energi bersih sekaligus konservasi Halimun-Salak melalui restorasi habitat dan pemantauan keanekaragaman hayati.
Rinto Arius - Selasa, 18 Agt 2026 - 21:49 WIB
Star Energy Geothermal Salak memperkuat pengembangan energi panas bumi sekaligus konservasi ekosistem Halimun-Salak melalui restorasi habitat, pemantauan keanekaragaman hayati, dan pemberdayaan masyarakat.
Star Energy Geothermal Salak memperkuat pengembangan energi panas bumi sekaligus konservasi ekosistem Halimun-Salak melalui restorasi habitat, pemantauan keanekaragaman hayati, dan pemberdayaan masyarakat. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

“Bagi kami, restorasi bukan sekadar menghitung berapa banyak pohon yang ditanam. Yang lebih penting adalah apakah fungsi habitat dan konektivitas ekologisnya kembali. Karena itu, kami menggunakan data dan pemantauan jangka panjang untuk memahami perubahan yang terjadi dan menentukan tindakan berikutnya,” ujar Laksmi.

Pendekatan berbasis data tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah, pengelola kawasan konservasi, peneliti, serta organisasi konservasi.

Dalam Java-wide Leopard Survey (JWLS) di bentang alam Halimun-Salak, sebanyak 240 kamera pengintai dipasang pada 120 petak survei. Hasilnya, survei berhasil mengidentifikasi 51 individu Macan Tutul Jawa, termasuk tiga ekor anakan.

Data tersebut menjadi baseline ilmiah untuk memahami kondisi populasi, pola penggunaan ruang, serta kebutuhan pemantauan dan tindakan konservasi berikutnya.

Advertisements

Selain Macan Tutul Jawa, pemantauan Elang Jawa di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) juga telah mendokumentasikan 10 sarang aktif. Sebanyak tujuh sarang berada di wilayah Gunung Salak dan tiga lainnya di Gunung Halimun.

Komitmen keberlanjutan SEGS tidak hanya berfokus pada lingkungan, tetapi juga diarahkan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Sepanjang 2024-2025, berbagai program di bidang lingkungan, kesehatan, dan pendidikan telah menjangkau lebih dari 1.500 penerima manfaat langsung.

Program tersebut mencakup layanan kesehatan bagi 1.019 warga, pemberian beasiswa kepada 27 mahasiswa, serta peningkatan kompetensi 144 guru di enam sekolah.

Advertisements

Dari sisi ekonomi, kegiatan operasional Salak juga memberikan peluang bagi tenaga kerja lokal. Saat ini terdapat sekitar 1.100 tenaga kerja kontraktor yang terlibat dalam kegiatan operasional, dengan sekitar 88 persen di antaranya berasal dari wilayah Sukabumi dan Bogor.

SEGS menyatakan pengembangan panas bumi Salak ke depan tetap diarahkan pada keseimbangan antara peningkatan kapasitas energi bersih, pengelolaan jejak operasi, restorasi habitat, pemantauan keanekaragaman hayati, serta pemberdayaan masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan Salak tidak hanya diarahkan sebagai bagian dari pengembangan energi terbarukan. Lebih dari itu, kawasan ini diupayakan menjadi ruang yang mempertemukan kepentingan energi, kelestarian ekosistem, dan kesejahteraan masyarakat dalam satu bentang alam.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT RI 81 - 4 HUT RI 81 - 3 HUT RI 2 HUT RI 81

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements