Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat dan kepolisian diharapkan dapat terus dipelihara, termasuk setelah pekerjaan renovasi selesai.
“Yang paling penting adalah kebersamaan. Polri bersama masyarakat dapat bergotong royong menyelesaikan persoalan yang ada di lingkungan masyarakat. Setelah diperbaiki nanti, kami juga berharap jembatan ini dapat dijaga dan dirawat bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu yang panjang,” ujarnya.
Menurut Rinto, keberadaan jembatan tersebut diperkirakan memberikan manfaat bagi sedikitnya 250 kepala keluarga dari kedua pekon.
Akses tersebut tidak hanya digunakan untuk kepentingan mobilitas sehari-hari, tetapi juga mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, kondisi jembatan yang layak menjadi kebutuhan penting bagi warga.
Selain melakukan pekerjaan fisik, jajaran Polres Pesbar juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Warga dan tokoh masyarakat diperkenalkan dengan aplikasi Siger Presisi serta layanan 110 Polri yang dapat digunakan untuk memperoleh pelayanan kepolisian maupun menyampaikan informasi terkait situasi keamanan di lingkungan masing-masing.
Rinto juga mengajak aparatur pekon, tokoh masyarakat, dan seluruh warga untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Ngaras.
Menurutnya, peran masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman. Komunikasi antara warga dan kepolisian juga perlu terus dibangun agar setiap persoalan dapat segera diketahui dan ditangani.
“Kami mengajak masyarakat dan seluruh tokoh yang ada di wilayah Ngaras untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Jika ada persoalan atau informasi yang perlu disampaikan kepada kepolisian, silakan manfaatkan saluran komunikasi yang sudah tersedia. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat ditangani bersama,” pungkasnya. (*)