Pertama, mesin 2-tak. Suara, respons tenaga dan karakter mesin menjadi daya tarik utama yang semakin sulit ditemukan pada motor baru.
Kedua, bobot ringan. Dengan berat sekitar 81 kg, Bravo terasa mudah dikendalikan dan lincah untuk penggunaan sehari-hari.
Ketiga, konstruksi sederhana. Sistem karburator dan mekanis yang relatif sederhana membuat motor ini lebih mudah dipahami serta dirawat dibandingkan sepeda motor modern yang dipenuhi sistem elektronik.
Keempat, nilai nostalgia. Suzuki Bravo merupakan bagian dari generasi motor bebek yang pernah mendominasi jalanan Indonesia.
Kini, Suzuki Bravo sudah masuk kategori motor tua. Karena itu, kondisi unit jauh lebih penting dibandingkan sekadar tahun produksi.
Khusus motor 2-tak, sistem pelumasan perlu mendapat perhatian serius.
Oli samping memiliki peran penting dalam melumasi komponen internal mesin seperti piston, ring piston, kruk as dan bearing.
Perawatan yang tepat menjadi faktor penting agar karakter mesin 2-tak tetap terjaga sekaligus menghindari kerusakan pada komponen internal.
Selain mesin, calon pemilik juga perlu memeriksa kondisi karburator, sistem pengapian, transmisi, suspensi, rem, kelistrikan dan rangka.
Usia kendaraan yang telah mencapai puluhan tahun membuat kondisi setiap unit bisa sangat berbeda.
Suzuki Bravo kini tidak mudah ditemukan dalam kondisi standar.