Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa seragam dalam program pemerintah daerah tidak hanya diposisikan sebagai kebutuhan material siswa. Keseragaman pakaian juga diharapkan mampu mengurangi sekat sosial di antara anak-anak ketika berada di lingkungan pendidikan.
Selain mendukung kesetaraan, bantuan seragam tersebut sekaligus meringankan orang tua yang harus memenuhi berbagai kebutuhan anak ketika memasuki tahun ajaran baru.
Pada penyaluran kali ini, program seragam gratis menyasar siswa di Kecamatan Batu Ketulis dan Kecamatan Belalau.
Di Kecamatan Batu Ketulis, sebanyak 345 siswa menerima bantuan melalui kegiatan di SMP Negeri 1 Batu Ketulis. Jumlah tersebut terdiri dari 172 siswa laki-laki dan 173 siswa perempuan.
Sementara itu, di Kecamatan Belalau, penyaluran dilakukan di SD Negeri 2 Kenali dengan jumlah penerima sebanyak 402 siswa. Rinciannya terdiri dari 217 siswa laki-laki dan 185 siswa perempuan.
Secara keseluruhan, terdapat 747 siswa yang menerima manfaat program seragam gratis tersebut.
Setiap siswa memperoleh tiga stel seragam, yakni seragam merah putih/putih biru, Pramuka dan batik. Dengan total 747 penerima, bantuan yang disalurkan mencapai 1.206 stel seragam, ditambah buku tulis untuk menunjang kebutuhan belajar.
Program tersebut diperuntukkan bagi siswa tingkat SD/MI dan SMP/MTs.
Parosil menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin kebutuhan dasar pendidikan menjadi penghalang bagi anak untuk bersekolah.
"Jangan sampai ada lagi anak yang tidak sekolah karena terkendala seragam ataupun biaya sekolah. Pemerintah sudah membantu, ada seragam gratis, iuran komite dihapus dan ada MBG," kata Parosil.
Menurutnya, berbagai dukungan tersebut merupakan bagian dari investasi jangka panjang pemerintah daerah di bidang pendidikan. Manfaat pendidikan tidak selalu dapat dihitung atau terlihat dalam waktu singkat, tetapi akan menentukan kualitas generasi yang kelak berperan dalam pembangunan daerah.
"Pendidikan ini investasi jangka panjang. Apa yang kita lakukan hari ini mungkin hasilnya tidak langsung kita rasakan, tetapi beberapa tahun ke depan anak-anak inilah yang akan menjadi generasi penerus dan menentukan wajah Lampung Barat," katanya.