Daya tarik utama Toyota Corona RT81 terletak pada desain eksteriornya. Gaya bodinya mencerminkan karakter mobil Jepang pada awal dekade 1970-an, dengan garis bodi sederhana, proporsi sedan yang kompak, serta penggunaan aksen krom.
Bagian depan menjadi ciri yang paling mudah dikenali. Corona generasi ini menggunakan empat lampu utama berbentuk bulat yang dipadukan dengan gril khas zamannya.
Detail krom pada sejumlah bagian bodi turut memperkuat kesan elegan yang menjadi identitas sedan pada periode tersebut.
Desainnya memang tidak serumit mobil modern, tetapi justru memiliki karakter yang kuat dan mudah dikenali.
Toyota mencatat Corona generasi keempat memiliki panjang sekitar 4.170 mm, lebar 1.570 mm, tinggi 1.400 mm, serta jarak sumbu roda 2.430 mm.
Dimensi tersebut membuatnya relatif kompak dibandingkan sedan Toyota generasi berikutnya.
Sektor mesin menjadi bagian menarik dari Toyota Corona RT81. Model yang beredar di Indonesia dikenal menggunakan mesin keluarga Toyota R series, termasuk mesin 12R berkapasitas sekitar 1.600 cc.
Salah satu data spesifikasi yang banyak dirujuk mencatat mesin 12R memiliki kapasitas 1.587 cc dengan konfigurasi OHC delapan katup.
Mesin tersebut menggunakan sistem bahan bakar karburator dan dipadukan dengan transmisi manual empat percepatan.
Karakter mesin ini tentu berbeda dari kendaraan modern. Teknologinya masih sederhana sehingga proses perawatan dan penyetelan dapat dilakukan dengan pendekatan mekanis.
Kesederhanaan tersebut justru menjadi salah satu alasan mobil-mobil Toyota lawas tetap menarik perhatian penggemar kendaraan klasik.
Bagi pemiliknya, mesin konvensional memberikan pengalaman perawatan yang berbeda dibandingkan mobil dengan sistem elektronik kompleks.