Toyota Corona RT81 menggunakan konfigurasi mesin depan dengan penggerak roda belakang atau front-engine rear-wheel drive.
Konfigurasi tersebut menjadi salah satu karakter penting kendaraan Toyota pada era 1970-an.
Bagi penggemar mobil klasik, penggerak roda belakang menawarkan sensasi berkendara yang berbeda dibandingkan mayoritas mobil penumpang modern yang banyak menggunakan penggerak roda depan.
Karakter suspensi dan dimensi bodinya juga membuat Corona generasi ini memiliki pengalaman berkendara tersendiri.
Ukurannya tidak terlalu besar sehingga relatif mudah dikendalikan, sementara konstruksi kaki-kakinya tetap menawarkan karakter kenyamanan yang menjadi identitas Corona.
Masuk ke bagian kabin, Toyota Corona RT81 menawarkan desain interior yang sederhana sesuai zamannya.
Mobil ini tentu tidak memiliki layar multimedia, kamera parkir, sistem kontrol elektronik, atau fitur kenyamanan modern seperti kendaraan masa kini. Namun, kesederhanaan tersebut justru menjadi bagian dari daya tariknya.
Panel instrumen klasik, material interior sederhana, serta posisi berkendara khas sedan lawas menghadirkan pengalaman yang sulit ditemukan pada mobil baru.
Pada masa tersebut, fitur seperti radio dan detail krom juga menjadi pembeda antara varian standar dan varian yang lebih tinggi.
Toyota Astra mencatat Corona Deluxe di Indonesia mendapatkan perlengkapan tambahan berupa radio serta ornamen krom yang lebih banyak.
Pada awal 1970-an, Toyota Corona tidak hanya dipandang sebagai alat transportasi. Sedan ini juga memiliki citra sebagai kendaraan bagi kalangan menengah hingga atas.