Karena itu, masyarakat diminta menyesuaikan kecepatan kendaraan serta tetap memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitarnya.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk pelayanan dan kepedulian aparat bersama stakeholder terhadap masyarakat yang terdampak kondisi debu vulkanik. Sinergi lintas sektor dinilai penting agar langkah perlindungan dapat dilakukan secara cepat ketika kondisi lingkungan mengalami perubahan akibat aktivitas vulkanik.
“Kami bersama stakeholder Kecamatan Ngaras memberikan masker kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan terhadap paparan abu vulkanik. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” katanya.
Masyarakat juga diharapkan mengikuti setiap imbauan yang disampaikan petugas maupun instansi terkait. Kewaspadaan diperlukan untuk mengurangi berbagai risiko selama kondisi lingkungan masih dipengaruhi sebaran abu vulkanik.
Keterlibatan UPTD Puskesmas Ngaras turut memperkuat upaya perlindungan masyarakat, khususnya dari sisi kesehatan. Hal itu penting mengingat paparan debu vulkanik dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan.
"Selain pembagian masker, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat komunikasi antara petugas dan masyarakat. Warga yang menerima masker diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kondisi berdebu serta tidak melakukan aktivitas di luar rumah jika tidak diperlukan," pungkasnya.(*)