Karena itu, masyarakat yang masuk kategori terduga diharapkan mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan lanjutan agar kondisi kesehatannya dapat dipastikan dan langkah penanganan bisa ditentukan secara tepat.
“Jangan menunggu kondisi semakin parah. Apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC atau memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Ia menambahkan, integrasi penemuan kasus TBC dengan program CKG diharapkan dapat memperluas jangkauan deteksi dini sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh akses pemeriksaan kesehatan.
Dengan semakin banyak kasus yang ditemukan pada tahap awal, pasien yang nantinya terkonfirmasi TBC dapat segera memperoleh pengobatan sesuai ketentuan. Langkah tersebut juga diharapkan dapat menekan potensi penularan kepada anggota keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.
“Dengan penemuan kasus sedini mungkin, apabila nantinya ada yang terkonfirmasi TBC, pengobatan dapat segera diberikan. Ini penting agar penularan di masyarakat dapat ditekan dan pengendalian TBC bisa dilakukan secara lebih optimal,” pungkasnya.(*)